ARAHAN – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare memberikan arahan kepada keluarga korban konflik di Kwamki Narama, Kamis (13/11). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKA,-timikaexpress.id – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare menegaskan kepada kedua kelompok warga di Kwamki Narama agar menyudahi pertikaian.
“Stop perang. Kita tidak diberi kuasa oleh Tuhan untuk membunuh. Perbuatan membunuh itu melanggar 10 hukum Tuhan. Yesus juga telah mengajarkan hukum kasih,” tegas Brigjen Alfred Papare.
Ia juga menegakan akan menindak tegas para provokator yang memicu konflik antarwarga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, beberapa waktu lalu.
Pernyataan itu disampaikan saat Kapolda bersama pejabat utama (PJU) Polda Papua Tengah, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah Yohanis Kemong, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Pj. Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, Kadistrik Kwamki Narama Edwin Naftali Hanuebi, serta tokoh agama dan masyarakat mengunjungi dua kubu yang bertikai di Kwamki Narama, Kamis (13/11).
Pada kesempatan itu, Brigjen Alfred juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pendeta akibat bentrok tersebut.
“Kita orang Papua harus hidup baku sayang satu sama lain. Tidak boleh lagi ada saling balas dendam. Saya akan tindak tegas provokator konflik ini,” ujarnya.
Kapolda Papua Tengah menegaskan pula bahwa kehadirannya bersama tim di Kwamki Narama bertujuan mencari solusi terbaik agar konflik segera berakhir dan situasi kembali damai.
“Kami datang untuk mencari solusi terbaik agar konflik ini berakhir dengan damai,” pungkasnya. (via)














Tinggalkan Balasan