GEMBOK – Pengurus dan anggota HAPAK menggembok pintu masuk Kantor Dinas Pendidikan Mimika di jalan poros SP2-SP5, Rabu (24/9) (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) memalang Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (24/9).

Aksi dilakukan dengan menggembok pintu gerbang masuk dan keluar kantor di Jalan Poros SP 5, Distrik Iwaka.

Sekretaris HAPAK Maria Florida Kotorok mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pengelolaan program kegiatan system Penunjukan Langsung (PL) yang dinilai tidak transparan dan tidak melibatkan pengusaha asli Amungme-Kamoro.

“HAPAK sudah menyurati Disdik Mimika secara resmi, namun tidak mendapat respons. Kami ingin bertemu pejabat Disdik, tapi tidak ada di tempat. Karena itu kami melakukan pemalangan secara spontan,” ujarnya.

Menurut Maria, PL seharusnya diberikan kepada pengusaha asli sesuai aturan tanpa proses lelang melalui LPSE.

Namun, hingga program PL habis, HAPAK tidak mendapat bagian.

“Kami anak Amungme dan Kamoro diabaikan. Kami minta maaf kepada masyarakat karena aksi kami pasti menghambat layanan publik, tapi ini bentuk kekecewaan,” katanya.

Sementara Ketua HAPAK Tenius Kum menambahkan, persoalan serupa pernah terjadi pada 2024 yang memicu kericuhan di Disdik Mimika.

Hingga kini, pihaknya belum berhasil bertemu Kepala Dinas Pendidikan Mimika.

“Kami minta persoalan ini mendapat perhatian Bupati Mimika. Kami ingin duduk bersama untuk mencari solusi,” ujarnya.

HAPAK menyatakan gembok akan dibuka setelah mendapat respons resmi dari Kepala Dinas Pendidikan atau pemerintah daerah. (via)