FOTO BERSAMA – Suasana foto bersama usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRK Mimika dengan Disnak Keswan dan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura di ruang serbaguna DPRK Mimika, Kamis (11/9) (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Komisi II DPRK Mimika mendorong agar produksi pakan ternak dilakukan secara mandiri di daerah tanpa bergantung pasokan luar Timika. Langkah ini dinilai penting untuk menekan tingginya harga daging dan bibit babi.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan, Kamis (11/9).

Rapat dipimpin Ketua Komisi II Dolfin Beanal, didampingi Wakil Ketua Mariunus Tandiseno, Sekretaris Adrian Andhika Thie, serta anggota lainnya.

Dolfin Beanal menegaskan pentingnya menyatukan program antar-OPD agar tidak tumpang tindih, salah satunya produksi pakan ternak.

Mariunus menambahkan, produksi pakan lokal akan berdampak langsung bagi masyarakat. Adrian Andhika menilai tingginya harga pakan menjadi penyebab utama mahalnya daging dan bibit babi.

Kadis Pertanian Alice Wanma menyebut hasil pertanian seperti jagung bisa menjadi bahan baku pakan.

Sementara Kadis Peternakan drh. Sabelina Fitriani mengungkapkan program pakan pernah diupayakan namun terkendala anggaran.

Ia berharap dukungan DPRK agar program tersebut kembali dijalankan.

Saat ini harga daging babi di Timika turun dari Rp250 ribu menjadi Rp180 ribu per kilogram, sementara bibit babi turun dari Rp15 juta menjadi Rp8–9 juta per ekor.

Komisi II bersama OPD teknis sepakat akan berkoordinasi lebih lanjut, termasuk menentukan lokasi studi banding sebelum program dimulai. (*/)