ANTRE – Tampak motor tangki rakitan saat antre BBM jenis Pertalite di SPBU SP 2, Jumat (12/9) (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Warga mengeluhkan maraknya motor tangki rakitan yang antre membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU 84.999.02 SP 2, Jalan Cenderawasih, Distrik Mimika Baru, Mimika-Papua Tengah, Jumat (12/9).

Andre, seorang tukang ojek, mengatakan motor-motor tangki rakitan tersebut sering mengisi Pertalite dengan harga subsidi di SPBU, lalu menjualnya kembali dengan harga lebih mahal di pinggir jalan.

“Setiap hari mereka antre Pertalite di SPBU SP 2. Biasanya mereka mengisi hingga Rp150–200 ribu, padahal kapasitas tangki motor hanya 5–7 liter. Parahnya lagi, mereka bisa bolak-balik antre dan tetap dilayani petugas SPBU,” ujarnya.

Andre menyebut harga Pertalite di SPBU Rp10.000 per liter.

Namun, para pengecer menjual kembali dalam botol air mineral 1,5 liter seharga Rp20.000 per botol.

“Mereka beli Pertalite dengan harga murah di SPBU, tapi dijual lagi dengan harga mahal di pinggiran jalan,” katanya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) atau pihak terkait menindak tegas praktik tersebut.

“Mereka yang ambil untung, masyarakat yang rugi. Saya minta Disperindag dan pihak terkait menindak tegas perbuatan curang ini, termasuk operator atau pihak SPBU-nya. Kasihan masyarakat yang dirugikan,” pungkasnya. (via)