TIMIKAEXPRESS.id – Dua lembaga adat terbesar di Mimika, yakni Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) dan Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO), menyatakan dukungan penuh terhadap upaya PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam mengevakuasi tujuh pekerja kontraktor yang masih terjebak akibat insiden aliran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura.
Ketua LEMASA, John Stingal, mengajak seluruh masyarakat Mimika, khususnya masyarakat adat Amungme dan Kamoro, untuk mendoakan kelancaran proses evakuasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan yang terbaik agar proses evakuasi berjalan lancar, para pekerja dapat segera kembali dengan selamat, serta berkumpul kembali dengan keluarga tercinta,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua LEMASKO, Gerry Okoare, mengimbau masyarakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap aman dan tertib. Solidaritas dan persatuan masyarakat adalah kekuatan penting dalam menghadapi situasi sulit ini,” katanya.
Peristiwa longsor di area tambang bawah tanah GBC terjadi pada Senin (8/9/2025). Hingga kini, tim tanggap darurat PTFI masih berupaya keras membuka akses menuju lokasi pekerja dengan bantuan alat berat, bor, serta drone.
Dalam keterangan terbaru, PTFI juga mendatangkan perwakilan keluarga karyawan ke Timika agar lebih dekat memantau proses evakuasi sekaligus memudahkan komunikasi dengan perusahaan. (*/)















Tinggalkan Balasan