BERLANGSUNG: Foto bersama setelah pembukaan kegiatan musrenbang otsus Papua Tengah 2026 yang berlangsung di Nabire, Jumat (8/8/2025) (FOTO: Humas Setda Pemprov Papua Tengah)

NABIRE,TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengharapkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperhatikan wilayah adat, potensi lokal, dan warisan budaya.

“Dana Otsus adalah instrumen keadilan, sehingga tidak hanya berfokus pada distribusi anggaran, tetapi juga menghasilkan capaian nyata di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, dan infrastruktur kampung,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, Jumat (8/8).

Menurutnya, Musrenbang Otsus menjadi ruang untuk mendengarkan suara rakyat, menyatukan visi pembangunan, dan mewujudkan Papua Tengah sesuai harapan bersama.

“Sebagai provinsi baru hasil pemekaran, kami sedang membangun pondasi yang kuat. Masa depan Papua Tengah ditentukan oleh arah kebijakan yang dirumuskan saat ini,” ujarnya.

Silwanus menegaskan, Musrenbang Otsus bukan sekadar dokumen teknokratis, tetapi kontrak moral antara pemerintah dan rakyat.

Visi pembangunan Papua Tengah, kata dia, telah jelas, yakni Mewujudkan Papua Tengah Emas: Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju, dan Berkelanjutan.

“Sinergi antara provinsi dan kabupaten itu mutlak. Jangan ada pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri. Kita harus selaras, berkolaborasi, dan bekerja untuk hasil nyata,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Musrenbang sebagai forum untuk menyatukan pandangan, memecahkan tantangan, dan memastikan pembangunan Papua Tengah tidak hanya maju di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.

“Mari membangun Papua Tengah dengan kasih dan keadilan. Tanah ini akan menjadi berkat bagi generasi penerus,” tutupnya. (*/)