TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), resmi membuka Sekolah Menengah Atas (SMA) gratis bagi seluruh anak-anak di Mimika, tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial.

Sekolah tersebut bernama SMA Transformasi Nusantara, berlokasi di kompleks Multi Purpose Community Center (MPCC), Jalan Agape, Kelurahan Kwamki, Timika.

Sekolah ini mulai menerima siswa sejak tahun ajaran 2025/2026 dan tidak memungut biaya sepeser pun, termasuk makan siang dan perlengkapan belajar.

“Ini sekolah berkarakter, sistemnya dari pagi sampai sore. Semua siswa makan di sekolah, dan seluruh biaya ditanggung pemerintah,” ujar Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat ditemui di Timika, Rabu (6/8/2025).

Bupati menambahkan, sekolah ini terbuka bagi semua putra-putri Mimika yang lulus seleksi masuk.

Ke depannya, SMA Transformasi Nusantara akan diarahkan menjadi bagian dari Sekolah Garuda, sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto.

Kepala SMA Transformasi Nusantara, Romauli Sihombing, menegaskan bahwa sekolah ini hadir sebagai upaya menyediakan akses pendidikan berkualitas dan inklusif di Mimika.

“Sekolah ini tidak mengenal batasan suku atau agama. Semua anak Papua yang diterima tidak akan dibebani biaya apa pun. Ini bentuk kepedulian Bupati untuk pendidikan yang lebih baik,” jelas Romauli.

Menurut Romauli, seleksi penerimaan siswa dilakukan secara ketat dengan tes tertulis yang disesuaikan dengan standar pendidikan lokal.

Untuk tahun ajaran pertama, sekolah hanya menerima 72 siswa, terbagi dalam dua rombongan belajar.

Pada seleksi tahap pertama, telah diterima 40 siswa, dan pendaftaran tahap kedua masih dibuka.

Meski gratis, kualitas pendidikan menjadi prioritas utama.

Sekolah ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti laboratorium komputer, fisika, kimia, dan biologi.

Para guru yang mengajar juga merupakan tenaga pendidik berkompeten di bidangnya.

Proses belajar mengajar akan dimulai pada 11 Agustus 2025.

Sementara itu, pola asrama belum diterapkan pada tahun pertama.

Rencananya, sistem boarding school akan diberlakukan pada tahun ajaran 2026/2027, setelah gedung sekolah permanen selesai dibangun di Kampung Limau Asri-SP5 Timika. (*/)