Dolfin Beanal (FOTO: INDRI.TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Anggota DPRD Kabupaten Mimika, Dolfin Beanal, menegaskan bahwa seluruh proyek penunjukan langsung di bawah Rp2 miliar harus diberikan kepada kontraktor Orang Asli Papua (OAP), bukan kepada pihak yang hanya mengatasnamakan OAP.
Penegasan ini disampaikan Dolfin saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/8/2025).
Ia menyoroti praktik manipulatif sejumlah pihak yang menggunakan perusahaan milik OAP, namun pelaksana proyek justru adalah kontraktor non-OAP.
“OPD terkait harus lebih teliti. Jangan gunakan nama atau bendera OAP hanya untuk mencari keuntungan pribadi. Proyek penunjukan langsung harus benar-benar dikerjakan oleh kontraktor OAP,” tegas politisi Partai Gerindra itu.
Menurutnya, praktik semacam ini sudah sering terjadi di Mimika.
Bahkan, tidak sedikit kontraktor OAP yang akhirnya melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) karena merasa dipinggirkan dan tidak mendapatkan porsi proyek yang layak.
Dolfin berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Mimika Johanes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, persoalan ini tidak lagi terjadi.
Ia juga meminta agar Plt. Kepala Dinas PUPR memiliki komitmen kuat untuk berpihak pada hak-hak kontraktor OAP.
“Saya harap Kepala Dinas PUPR yang menjabat saat ini punya hati. Berikan proyek yang memang menjadi hak OAP. Jangan lagi proyek diberikan kepada pihak yang mengaku-ngaku OAP,” tutupnya. (eno)













Tinggalkan Balasan