Dimakamkan Jumat Besok
TIMIKAEXPRESS.id – Umat Keuskupan Timika kembali berduka. Pastor Paroki Maria Bintang Laut Kokonao, RP Gabriel Kera Tukan. SCJ, Selasa (18/3/2025) meninggal dunia di Pastoran Maria Bintang Laut Kokonao, Distrik Mimika Barat, Papua Tengah.
Informasi yang diterima, Pastor Gabby kerapa ia disapa meninggal akibat serangan jantung.
Kabar duka tidak hanya dirasakan umat tetapi warga masyarakat Mimika, yang mengenalnya semasa hidup.
Ungkapan duka pun membanjiri platform media sosial (medos) di Keuskupan Timika.
Para kerabat asal Kabupaten Lembata di Mimika juga merasa kehilangan seorang imam rendah hati dan pekerja keras.
“Selamat jalan, Pater. Selama sebagai kepala sekolah Kami guru-guru Ipaya mengenal sangat dekat sebagai kepala sekolah yang membuka sekolah kembali dan membangun kembali untuk masa depan anak-anak Mimika Wee. Kami sangat terpukul dengar berita ini. Sabtu (15/3) kemarin itulah pertemuan terakhir kami guru-guru Ipaya dan Amar bersama Pater. Hati hancur dapat berita duka ini, Pater,” ujar seorang netizen melalui akun Facebook-nya, Oyame Maluku, Rabu (19/3).
Sedangkan Marlis de Ona, warga Timika asal Paroki Santo Joseph Boto, Dekanat Lembata, Keuskupan Larantuka, juga mengaku sangat kehilangan Patoga Gabriel Kera Tukan.
Berpulangnya imam kelahiran Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Lembata, 21 Maret 1976 membuat kerabat asal Lembata di Mimika merasa sedih.
“Selamat jalan, ama (saudara) Pater Gabriel Tukan, SCJ. Terima kasih untuk kebaikanmu selama ini buat keluarga kami. Maaf ama, bila ada sikap dan tutur kata yang pernah menyinggung ama. Selamat jalan, ama. Firdaus menantimu. Doakan kami. Terima kasih, ama,” kata Marlis.
Sedangkan Hendrik Ola de Ona juga merasa kehilangan Patoga Gabriel Tukan, sosok pekerja keras yang setia melayani umatnya di Kokonao.
Bahkan kadang bersedia memenuhi permintaan umat dan warga dalam kegiatan-kegiatan sosial di Timika.
Hendrik juga mengenang Almarhum sebagai sosok yang selalu memotivasi umat agar bekerja keras membantu diri sendiri dan sesama.
“Bapa Pastor Gabriel sangat ramah. Beberapa kali kami undang beliau mempersembahkan Misa di komunitas Lembata di Timika. Beliau menitip pesan agar kami juga rajin berdoa dan bekerja, menjaga relasi persaudaraan di tengah masyarakat sebagai sesama umat Tuhan. Hanya dengan begitu, kami juga ikut membantu para imam, suster, bruder, dan frater mewartakan Kabar Gembira kepada sesama sekaligus memuliakan keagungan nama Tuhan,” kata Hendrik.
Romo Petrus Santoso, SCJ melalui cuitannya di media sosial mengaku memperoleh kabar duka berpulangnya Romo Gabriel saat masih recovery di Rumah Sakit Januario Macau.
Pastor Santoso mengaku kaget dan tidak percaya. Namun, Tuhan telah memanggilnya akibat serangan jantung.
“Sang misionaris ulung telah kembali kepada yang memanggil, memilih, memberkati, membekali, mengutus dan menyertainya selama ini. Rasa kagumku kepada Romo Gabby adalah tulisannya rapi dan bagus. Dia menulis dengan tangan kiri. Benar-benar tulisannya indah. Kesan lain, senyumnya yang manis di balik kumis dan jenggotnya yang tebal. Kadang-kadang rambutnya dibiarkan memanjang,” kata Pastor Santoso.
Pastor Santoso mengaku, saat tinggal bersama di Visma Vijaya Praya (Rumah SCJ), hal yang selalu diingat, Pastor Gabriel membeli rokok utilan setelah mengumpulkan recehan rupiah.
Kadang meminta recehan di kamar Pastor Santoso lalu dia menikmati rokok itu.
“Sekarang, dia telah kembali ke Rumah Bapa. Aku berdoa dari Rumah Sakit Januario Macau. Jadilah pendoa bagi kami para misionaris. Tugas misimu sudah selesai. RIP Romo Gabby. Bahagia di Rumah Bapa. Selamat Merayakan Ulang Tahunmu (21 Maret) di Rumah Bapa,” kata Pastor Santoso.
Smentara Seketaris Jenderal (Sekjen) Keuskupan Timika, RP. Andreas Madya, SCJ menerangkan, jenazah Pastor Gabby tadi pagi (kemarin-Red) sudah dijemput dari Kokonao, Mimika Barat dan diterbangkan ke Timika dengan penerbangan pesawat perintis.
Setibanya di Timika, jenazah Pastor Gabby menerima formalin di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), dan langsung dibawa dan disemayamkan di Gereja St. Petrus, SP3.
“Rencana jenazah Pastor Gabby dimakamkan pada Hari Jumat, 21 Maret 2025. Kita menunggu keluarganya yang baru akan datang hari Jumat nanti,” ujar Pastor Madya.
Pada Rabu kemarin pukul 18.00 WIT telah dilangsungkan Misa Tirakatan di Gereja St. Petrus, SP3, dimana jenazah Pastor Gabby disemayamkan. (*/)









Tinggalkan Balasan