Petrus Yumte (FOTO: ELISA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Guna memaksimalkan realisasi anggaran hingga proses lelang program kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025,

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika mengambil langkah serius terkait kesiapan Kelompok Kerja (Pokja).

Dimana, Pemda Mimika membutuhkan sedikitnya 50 Pokja pada 2025 mendatang.

Terkait kesiapan itu, Pemda Mimika telah mengagendakan Bimbingan Belajar (Bimbel) untuk Pokja pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa dalam pekan ini.

Tujuan Bimbel Pokja adalah mempercepat proses lelang program kerja dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2025. 

“Jadi, target program kelas Bimbel Pokja singkat ini, diharapkan bisa mendapatkan minimal 50 orang  di masing-masing OPD, dengan harapan sebagian besar program kerja atau pekerjaan di tahun 2025 mendatang sudah bisa dilelang Desember tahun ini”.

Demikian dikatakan Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte kepada Timika eXpress, Senin (9/12/2024).

Ia tidak menampik, jumlah Pokja yang ada di lingkup Pemda Mimika saat ini sangat mempengaruhi program kerja, khususnya  berhubungan dengan pelelangan, dimana ada beberapa pekerjaan tersendat dan anggarannya tidak terserap maksimal.

“Seperti tahun lalu, belanja anggaran Rp 400 miliar lebih yang harus dilelang, banyak  yang tersendat karena Pokja yang kita miliki sedikit,” ungkapnya.

Untuk itu, melalui Bimbel, Pemda akan merekrut ASN muda di Mimika untuk mengimbangi lelang program yang begitu besar dengan kapasitas Pokja.

Menurut Petrus, sebelumnya, Pj Bupati Mimika menekankan bahwa pemerintah akan memberikan insentif yang fantastis, yakni Rp 30 juta per bulan kepada Pokja, asalkan sesuai dengan kinerjanya. (bob)