INSERT: AKBP I Komang Budiartha (foto: GREN/TIMEX

TIMIKAEXPRESS.id – Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha mengungkapkan bahwa saat ini situasi di Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah sudah aman terkendali pasca konflik dan aksi pembakaran rumah dan alat berat pada 28 Agustus 2024 malam.

Kapolres Mimika pun menegaskan bahwa lokasi tambang emas ilegal di Wakia sudah ditutup setelah insiden tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha kepada awak media di Polres Mimika pada Senin (9/9).

KONFLIK-Konflik antar warga di Kampung Wakia, karena rebutan area tambang emas illegal. (foto: DOk.TimeX)

Ia mengatakan bahwa aparat keamanan dari Polsek Mimika Barat dan Brimob B Pelopor Sat Brimob Polda Papua masih berada di Kampung Wakia guna berjaga-jaga dan melakukan pengamanan.

“Tambang ilegal itu sudah saya tutup, jika ada oknum ataupun siapa saja yang membuka dan melakukan aktivitas penambangan di sana, maka siap menanggung resikonya,” tegasnya.

Selain itu, personel Polsek Mimika Barat dan Brimob B Pelopor Sat Brimob Polda Papua sudah mengevakuasi para pendulang emas tradisional untuk keluar dari Kampung Wakia.

“Anggota kita masih 30 personel masih standby di Wakia, dan kondisi di sana sudah aman dan kondusif. Masyarakat sudah kembali ke kampung dan rumah masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, Polres Mimika sendiri siap mendirikan pos Polisi di Kampung Wakia guna menjaga Kamtibmas di Wakia dan sekitarnya.

“Memang ada beberapa tokoh masyarakat meminta agar kami dirikan pos polisi disana. Apabila Pemda Mimika siapkan fasilitas, maka kami akan tempatkan personel disana guna menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” jelasnya. (glt)