PEMERIKSAAN – Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha saat melakukan pemeriksaan pasukan, Senin (2/9). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Polres Mimika melakukan apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja Cartenz II – 2024 dalam rangka pengamanan Pemilukada bupati dan wakil bupati Kabupaten Mimika Tahun 2024.
Apel gelar pasukan dilaksanakan di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika di Jalan Cenderawasih, SP 3, Distrik Kuala Kencana, Mimika-Papua Tengah, Senin (2/9).
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha, dan dihadiri oleh personel TNI-Polri, Satpol PP, SAR Timika, Damkar, Senkom dan tamu undangan lainnya.
Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha dalam amanatnya mengatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Mimika.
“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai aparat keamanan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian proses demokrasi tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” jelasnya.
AKBP I Komang Budiartha mengungkapkan bahwa Polres Mimika didukung TNI, Instansi terkait dan mitra Kamtibmas lainnya.
“Operasi Mantap Praja Cartenz – 2024 ini akan dilaksanakan selama 217 hari mulai tanggal 27 Agustus 2024 sampai 31 Maret 2025 yang melibatkan 469 personel di seluruh wilayah Polres Mimika,” ungkapnya.
Melihat pentingnya hal tersebut, maka seluruh elemen yang terlibat tentunya harus berpartisipasi penuh guna mensukseskan pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Mimika.
Pilkada 2024 memiliki kompleksitas tersendiri karena dilaksanakan secara serentak dengan waktu yang bersamaan, wilayah yang luas, geografis yang beragam, serta melibatkan jumlah pemilih yang besar dari berbagai latar belakang.
Pilkada secara serentak yang dilaksanakan saat ini adalah untuk pertama kalinya.
“Ada enam poin penting yang perlu diperhatian bersama pertama yaitu pastikan seluruh personel dan peralatan yang akan digunakan dalam operasi ini telah siap secara optimal. Tidak ada ruang untuk kesalahan dan kelalaian alam tugas. Koordinasi yang baik antara seluruh elemen terkait, termasuk TNI, Satpol PP, Linmas, dan instansi lainnya harus terus dijaga. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga netralitas dan integritas. Kita harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjunjung tinggi hukum dan etika,” ujarnya.
Kemudian dua, hindari tindakan yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, serta selalu mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif.
Ketiga, kewaspadaan dan antisipasi, deteksi dini terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tindak tegas, namun tetap sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Selalu update informasi dan situasi di lapangan. Kita harus cepat tanggap terhadap setiap perkembangan yang terjadi.
Keempat, pengamanan TPS dan proses pemungutan suara, pastikan seluruh TPS mendapatkan pengamanan yang memadai.
Jangan biarkan ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kelima, bantu fasilitasi kelancaran pemungutan suara, sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman dan aman.
Keenam, pengawalan dan pengamanan logistik Pilkada pastikan pengawalan logistik pilkada mula dari distribusi hingga pengumpulan kembali dilakukan dengan ketat dan cermat.
Semua harus berjalan sesuai dengan prosedur agar tidak ada penyimpangan yang bisa merusak kepercayaan publik terhadap hasil Pilkada
“Saya yakin dan percaya, dengan kerja sama dan dedikasi yang tinggi dari seluruh personel, kita dapat melaksanakan tugas mulia ini dengan baik. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan selalu berdoa agar setiap langkah kita senantiasa mendapatkan perlindungan dari Tuhan yang Maha Esa,” ungkapnya.
Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha kepada awak media usai apel gelar pasukan tersebut mengatakan bahwa ini merupakan operasi inti pengamanan tahapan Pilkada.
“Pengamanan ini dilakukan dari pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati hingga pelantikan,” terangnya. (glt)














Tinggalkan Balasan