Johannes Rettob (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan, kiranya informasi termasuk pemberitaan melalui media sosial terkait insiden pembunuhan pilot berkebangsaan Selandia Baru, Glen Malcolm Conning, di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Senin (5/8/2024), jangan terlalu didramatisir.

“Terkait kasus pembunuhan pilot helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service, Glen Malcolm, ini jangan terlalu dibesar-besarkan sampai Komnas HAM turun, bahkan ada permintaan lokasi khusus untuk mental healing bagi Tenaga Kesehatan (Nakes). Hemat saya, pemberitaannya sangat mendramatisir,” ujar John Rettob kepada awak media di gedung DPRD Mimika, Senin (19/8/2024).

Ia pun menjelaskan, para Nakes yang dievakuasi dari Alama ke Timika, ini bukan ditarik, tapi dikembalikan sementara ke Timika, hingga kondisi keamanan membaik, para Nakes akan dikembalikan ke tempat tugas, karena pelayanan kesehatan terhadap masyarakat jangan sampai vakum.

“Jangan ada pemahaman yang salah, karena delapan Nakes ini semuanya baik-baik saja. Yang pasti, pelayanan kesehatan di Alama bukan tidak ada, karena di Alama ada Puskemas, sehingga mantri-mantri lokal tetap layani kesehatan masyatakat,” ujarnya.

Dikatakan pula, selama ini keamanan di Alama kondusif, hanya ulah segelintir orang  hingga menyebabkan pilot Glen Malcolm tewas.

“Dulu sewaktu saya masih kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, kami tinggal di Alama sampai berbulan-bulan untuk bangun Lapter (Lapangan Terbang), nyatanya aman-aman saja. Jadi yang terjadi dan menimpa pilot asing, itu hanya ulah segelintir orang yang datang secara tiba-tiba untuk mengacaukan kemanan,” paparnya.

Menyikapi hal itu, John Rettob, memastikan  pemerintah tidak tinggal diam, melainkan terus melakukan evaluasi hingga situasi kembali pulih agar seluruh aktivitas pelayanan masyarakat kembali normal seperti sebelumnya. (ela)