PIMPIN – Kapolsek Mimika Baru, AKP J. Limbong saat memimpin pertemuan bersama perwakilan sekolah di Polsek Miru, Jumat (16/8). (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Aksi perkelahian tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akhir-akhir ini sering terjadi di wilayah hukum Polsek Mimika Baru.

Kapolsek Mimika Baru, AKP J. Limbong, SH mengundang pihak sekolah, orang tua wali murid dan para siswa yang diduga terlibat dalam aksi perkelahian untuk mengikuti mediasi di Polsek Mimika Baru, Distrik Mimika Baru, Mimika-Papua Tengah, Jumat (16/8).

Mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Mimika Baru, AKP J. Limbong, SH didampingi Kasat Binmas Polres Mimika, AKP Doerteus Jemalut dan Kanit Binmas Polsek Miru, Iptu I Made Aribawa guna mengambil langkah antisipatif agar perkelahian antar siswa tidak melebar dan membias hingga aksi tawuran antar sekolah.

Kapolsek Mimika Baru, AKP J. Limbong, SH dalam mediasi tersebut meminta kepada semua pihak khususnya pihak sekolah dan orang tua berkolaborasi dalam memberikan pembinaan kepada anak didiknya dan putra-putrinya untuk berperilaku dan beretika baik.

“Peran serta pihak sekolah dan orang tua sangat penting, karena hal tersebut sangat mempengaruhi karakter anak-anak. Untuk itu, diharapkan adanya kerjasama dan kolaborasi yang baik untuk mewujudkan karakter dan etika anak menjadi lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, diharapkan pula peran OSIS berkolaborasi dengan bidang kesiswaan sekolah untuk lebih aktif dalam menegakan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi dan dipedomani bagi para siswa khususnya dalam lingkup sekolah.

Kapolsek menegaskan apabila dikemudian hari para siswa atau pelajar melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada tindakan kejahatan, maka akan dilakukan proses hukum sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami akan melakukan tindakan hukum sesuai prosedural ketentuan dan aturan yang berlaku apabila para siswa atau pelajar melakukan tindak kejahatan yang mengarah pada tindak pidana,” tegasnya.

Kasat Binmas Polres Mimika, AKP Dorteus Jemalut mengatakan, karakter atau etika seseorang bisa terlihat dan terbentuk dengan baik yang diawali dari dalam rumah kemudian ke lingkungan keluarga dan juga sekolah.

“Kami berharap agar kedepannya para siswa dapat merubah perilaku yang negatif menjadi perilaku positif, sehingga dapat bermanfaat dan berguna bagi sesama,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat beberapa kesepakatan yang sudah disepakati bersama dan menjadi pedoman yang dituangkan dalam bentuk surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai oleh pihak yang hadir.

Adapun inti dari kesepakatan tersebut yaitu, permasalahan yang terjadi setelah pertemuan ini dianggap selesai dan pihak masing-masing sekolah dapat menerapkan dan memberikan sanksi administratif kepada para siswanya yang terlibat sebagai bentuk keseriusan pihak sekolah dalam menyikapi permasalahan yang akan terjadi kedepannya. (glt)