AKBP I Komang Budiartha (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha mengungkapkan kondisi keamanan di wilayah setempat jelang Pilkada 2024 saat ini aman dan kondusif.

Namun, untuk memastikan kondisi Kamtibmas di Mimika tetap terjaga, khususnya jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) di Mimika, Papua Tengah, jajaran Polres Mimika telah memetakan wilayah rawan terjadinya ganngguan Kantibmas.

Mengantisipasi potensi ancaman gangguan, selain memetakan daerah rawan, pihaknya pun melakukan analisas melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bersama beberapa Satuan Tugas (Satgas) termasuk Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2024, untuk bersama-sama melakukan pengamanan di Mimika.

“Kami sudah petakan titik-titik rawan, terutama di Obyek Vital Nasional (Obvitnas) PT Freeport Indonesia. Kita juga sudah lakukan rapat dengan Satgas Amole dalam mengantisipasi gangguan Kamtibmas secara bersama-sama. Yang pasti kita di Timika dibackup oleh Satgas ODC dan beberapa lainnya,” ujar AKBP I Komang Budiartha kepada Timika eXpress di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis (15/8/2024).

Kapolres Mimika menyebut sejumlah wilayah layanan sektor yang dikategorikan rawan, yaitu Distirk Jila, Alama, Potowayburu, Kokonao dan Distrik Agimuga.

Beberapa daerah rawan gangguan Kamtibmas ni jangkauannya sangat jauh dan harus ditempuh melalui jalur laut dan udara.

“Bahkan, untuk menjangkau ke daerah rawan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi cuaca,” ungkapnya.

Sementara pemetaan daerah rawan di Timika adanya di wilayah hukum Polsek Mimika Baru, sebab aktivitas masyarakat paling banyak di wilayah tersebut.

“Kalau bicara soal titik rawan pastinya ada di semua titik kumpul masyarakat. Jika masyarakat bisa menjalani hidup normal dan tidak terpengaruh dengan hal negatif seperti minuman keras (Miras) dan lainnya, maka situasi dijamin tetap aman dan kondusif.

Selain antisipasi gangguan Kamtibmas jelang HUT RI pada 17 Agustus 2024, juga Pilkada pada 27 November mendatang, Polres Mimika mengajak masyarakat agar tidak terpancing dengan berita-berita bohong yang disebar di media sosial, supaya Mimika tetap aman dan keamanan tetap terjaga dengan baik.  (glt)