FOTO BERSAMA – Foto bersama para supir taxi rental di Jalan Hasanuddin, Senin (6/5). (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Ketua Asosiasi Rental Timika, Firman Amali membantah informasi yang beredar mengenai tindak intimidasi terhadap sopir Maxim, yang diduga dilakukan oleh oknum sopir rental. Sebagaimana diketahui, berita ini beredar di media massa termasuk media sosial beberapa hari terakhir.

Hal ini ditegaskan Firman, saat bertandang ke Graha Timika eXpress, tadi malam, didampingi Hendra Baharuddin, Sekretaris Asosiasi Rental Timika.

“Intimasi itu tidak benar, video yang beredar itu sudah diedit,” ungkap Firman.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terkait kehadiran Maxim di Timika, pada prinsipnya Asosiasi Rental Timika menyetujui, sepanjang sesuai dengan kesepakatan, karena kehadiran Maxim di Timika terbilang tiba-tiba, tanpa sosialisasi dan juga berdasarkan konfirmasi yang diperoleh pihaknya, sejauh ini belum mengantongi izin resmi dari Dinas Perhubungan, selaku intansi yang memiliki otoritas mengatur jasa angkutan.

Oleh karena itu ia berharap, apabila Maxim hendak beroperasi di Timika maka perlu mengantongi izin dari Dishub dengan tariff yang diatur oleh Dishub, kemudian wajib memasang stiker Maxim pada kendaraannya. Selain itu kendaraannya juga wajib berplat PA.

Firman menambahkan, salah satu juga yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan rekruitmen driver (sopir) yang kurang verifikasi. Pasalnya, untuk mendaftar jadi driver Maxim sangat mudah, sehingga siap saja bisa mendaftar dan ini tentunya juga terkait dengan keamanan.

Mudahnya mendaftar sebagai driver juga menyebabkan banyak warga yang hanya modal memiliki kendaraan sudah bisa menarik penumpang, dengan alasan hanya untuk mencari ‘uang rokok’.

“Ada yang jadi driver hanya dengan meminjam mobil saudaranya dan lain-lain. Nah ini kan jelas merugikan kami yang murni menggantungkan hidup dari rental mobil,” ungkapnya.

Lanjut dia, jumlah sopir mobil rental yang ada di Timika saat ini mencapai 700 sopir yang terbagi di 30 pangkalan. 700 orang ini tidak semuanya adalah pemilik kendaraan pribadi. Banyak diantaranya yang harus memenuhi setoran ke pemilik kendaraan.

Oleh karena itu dengan biaya hidup yang tinggi di Timika, tentunya ini sangat merugikan ratusan sopir mobil rental dari sisi ekonomi.

Kebanyakan sopir rental lanjut dia, tidak hanya memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya tetapi juga masih harus membayar sewa rumah dan pemeliharaan kendaraan.

Karena itu, dengan tarif dibawah standar yang dipatok oleh Maxim tentunya sangat merugikan.

Terkait dengan hal ini, pihak mobil rental maupun Maxim telah bertemu dan dimediasi oleh Polres Mimika sore kemarin. Hasilnya Maxim akan menghentikan operasi sementara hingga ada kesepakatan lebih lanjut.

Penghentian operasi ini kata Firman, tentunya terkait dengan keamanan di lapangan, mengingat adanya gesekan antara kedua pihak. Lanjut dia, mediasi akan dilanjutkan hari ini, Selasa (7/5) di Polres Mimika, dengan melibatkan Dinas Perhubungan dan Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Keterlibatan phak Dishub dan Organda di sini, karena sebelumnya Maxim memang tidak pernah berkoordinasi dengan dua pihak yang berwenang ini.

“Maxim masuk, hanya dengan modal aplikasi dan merekrut siapa saja yang ingin menjadi driver. Kita juga bisa saja bergabung sepanjang Maxim bisa menjanjikan pendapatan yang layak,” ungkapnya.

Pendapatan yang layak ini seperti pemenuhan kebutuhan wajib harian mapun bulanan.(tim)