PENGURUS – Pengurus Hapak saat meminta difasilitasi Polres Mimika. (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Aksi todong senjata yang dilakukan oleh ajudan Kadis Pendidikan Mimika, kepada pengurus Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (Hapak) belum lama ini telah diproses di Subdenpom Mimika.  Kendati demikian, pihak Hapak, masih menunggu permintaan maaf dari Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O. Usmani.

Pasalnya, hingga kini Kadis Pendidikan tampaknya tidak menunjukkan etiket baik, dengan meminta maaf kepada Pengurus Hamak.

Oleh karena itu, Pengurus Hapak, pada Jumat 3 Mei 2024 mendatangi Polre Mimika meminta difasilitasi untuk melakukan mediasi bersama Kepala Disdik Mimika.

Ketua Hapak, Oteanus Hagabal menegaskan, memang pihaknya telah melakukan pelaporan atas tindakan ajudan dari Kepala Disdik Mimika, namun sebagai pelayan publik seharusnya dapat melakukan klarifikasi atau permohonan maaf atas kejadian yang telah terjadi sebelumnya.

Namun sampai saat ini pihak Hapak tidak mendapatkan permohonan maaf atas insiden yang menimpah pengurus Hapak.

“Kami menunggu itikad baik tapi sampai saat ini Kepala Disdik tidak menunjukkan itikad baik, sehingga kemarin kami minta difasilitasi oleh Polres Mimika untuk menyurati beliau (Kepala Disdik) sehingga bisa ketemu kami dan melakukan mediasi,” ujarnya saat ditemui di Jalan Cenderawasih Sabtu (4/5).

Ia menjelaskan, surat pemanggilan mediasi telah dibuat oleh Polres Mimika dan dirinya berharap dapat melakukan mediasi bersama.

“Kami akan menunggu sampai hari Senin, apabila tidak menjawab surat dari Polres Mimika, maka dengan tegas kami akan membawa permasalahan ini pada jalur hukum,” tegasnya.

Sekretaris Hapak Araminus Omaleng mengatakan, dengan tidak adanya itikad baik dari Kepala Disdik Mimika tersebut menandakan bahwa sebagai figur pejabat, tidak memberi contoh pribadi yang baik bahkan terkesan arogan.

“Kalau kita bicara etika, kita bicara baik-baik, tapi kalau kejadian seperti ini, etika berbicara dimana? Kalau pejabat seperti ini apakah kami pemilik tanah ini harus diam? Kita harus tegas, kasus ini harus menjadi tamparan bagi pejabat lain di Mimika,” ujarnya.

Katanya, pihak Hapak menunggu jawaban hingga Senin, apabila tidak ada jawaban maka pihaknya akan mengambil tindakan hukum.

“Kami harap masalah ini tidak berlarut-larut dan Kadisdik bisa menjawab surat dari kami, kami hanya minta adanya mediasi, sehingga permasalahan ini juga selesai,” tutupnya. (ela)