Charles Y. Batlajery (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Sepanjang Januari hingga April 2024, Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika telah menangani delapan kasus kecelakaan baik itu pelayaran kapal maupun musibah lainnya di wilayah kerjanya. Dalam insiden tersebut, dua nyawa hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan  Pertolongan Timika melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Selasa (23/4) mengatakan, delapan kasus operasi SAR yaitu kecelakaan longboat bermesin 15 PK bermuatan 3 orang POB terbalik di Muara Putri Timika pada 16 Januari 2024.

“Kami melakukan pencarian selama dua hari, 2 orang ditemukan selamat dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia. Kemudian pada 19 Januari 2024, kecelakaan longboat bermesin 15 PK terbalik di Muara Puriri Timika. Pada saat itu sebanyak 5 POB didalam longboat tersebut dan semuanya ditemukan dalam keadaan selamat,” jelasnya.

Pada 4 Februari 2024 terjadi kecelakaan Kapal KM. Bayu Sentosa di perairan Amar. Ada 13 orang didalam kapal tersebut, sehingga pihaknya melakukan pencarian selama 7 hari dan menemukan 12 orang POB dalam keadaan selamat dan 1 orang dinyatakan hilang.

Selanjutnya 8 Februari 2024 terjadi kecelakaan longboat double engine bermesin 15 PK di muara Omaoga, Timika. Dalam kecelakaan itu, tiga orang hilang. Di hari ketujuh satu orang ditemukan dalam keadaan selamat dan 2 orang dinyatakan hilang.

“Pada 17 Februari 2024, satu unit perahu susun kandas di kelapa satu di muara Omaoga Timika. Pada saat itu ada 29 orang didalam perahu susun tersebut dan semuanya dinyatakan selamat. Kemudian pada 27 Februari 2024 terjadi kondisi membahayakan manusia (KMM) terhadap satu anggota Pandis di Potowaiburu. Kami melakukan pencarian selama tiga hari dan berhasil menemukannya dalam keadaan selamat,” jelasnya.

Sementara itu, pada 20 Maret 2024 sebuah longboat bermesin 40 PK mengalami mati mesin di muara Pomat, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Dalam peristiwa tersebut, tim SAR gabungan sempat melakukan pencarian selama satu hari, tim berhasil menemukan ke 10 orang dalam keadaan selamat.

“Pada 22 April 2024, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap satu orang anak kecil berusia 7 tahun dengan menelusuri kali hingga menemukan anak tersebut meninggal dan tersangkut di tanaman sayur Kangkung di Kali Patimura Ujung Timika,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam kurun waktu empat bulan, terdapat 64 orang yang mengalami kecelakaan di laut dan 1 orang di kali. 60 orang ditemukan dalam keadaan selamat, 2 orang dinyatakan meninggal dunia dan 2 orang dinyatakan hilang.

Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika berharap kepada masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.

“Kami minta agar masyarakat lebih waspada dengan memperhatikan kondisi cuaca serta mengikuti imbauan BMKG supaya bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” harapnya. (glt)