IMBAUAN-Surat Iimbauan penguburan babi di Iwaka (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Lokasi penguburan bangkai Babi di Iwaka yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) kini telah ditutup mulai tanggal 15 April 2024.
Hal tersebut disampaikan Sabelina Fitriani, Kepala Disnakkeswan Mimika melalui himbauan yang diterima media ini pada Jumat (19/4).
Dikatakan, himbauan terkait penutupan tempat penguburan bangkai babi di Iwaka telah dibuat sejak awal bulan April 2024.
“Sudah ada imbauan ini sejak awal bulan lewat WA Grup, Gereja dan kepala Kepala Kampung, ” katanya.
Ia juga menekankan kepada para peternak babi di Mimika diharuskan menguburkan bangkai ternak babinya secara mandiri.
Sebelumnya, pihaknya juga telah mengimbau agar masyarakat khususnya para peternak agar tidak membuang babi yang mati di sembarang tempat. Apalagi, di tengah merebaknya virus African Swine Fever (ASF) alias Demam Babi Afrika di Kabupaten Mimika.
Meski telah disampaikan imbaun berulang kali kepada peternak, baik secara langsung, melalui rumah-rumah ibadah bahkan melalui surat, namun warga masih saja membuang bangkai babi secara sembarangan.
Seperti diketahui, warga di Perumahan Bintang Timur merasa kesal, terkait dengan adanya penemuan lima ekor bangkai babi yang dibuang sembarangan oleh pemiliknya pada Kamis (18/4).
Babi ini diduga mati akibat virus African Swine Fever (ASF).
Awalnya warga melihat tiga ekor bangkai anak babi yang diperkirakan berusia 4 bulan tidak jauh dari tempat pembuangan sementara (TPS).
Selanjutnya warga menemukan satu ekor indukan lagi di wilayah tersebut dan satu ekor dibuang tepat di mulut lorong SMA Taruna, Jalan Budi Utomo Ujung.
Hal itu disampaikan Wahyu, salah satu warga di Perumahan Bintang Timur kepada Timika eXpress Kamis (18/4).
Sementara itu, hingga Jumat (19/4) salah satu bangkai babi yang dibuang oleh oknum warga di mulut lorong SMA Taruna, Jalan Budi Utomo ujung masih dibiarkan tergeletak selama dua hari terakhir dan dikerubuti belatung serta mengeluarkan aroma yang menyengat. (acm)















Tinggalkan Balasan