Ipda Hempy Ona, SE (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Operasi Ketupat Cartenz 2024 di Mimika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah resmi berakhir pada Selasa (16/4) lalu. Dimana pelanggaran lalu lintas sebanyak 273 kasus.
Dalam operasi ini, ada lima pos pengamanan dan pelayanan yang semuanya berjalan dengan aman yakni pos pengamanan Cahaya Perkasa di Jalan Budi Utomo – Jalan Cenderawasih, pos pengamanan di Pasar Sentral di Jalan Hasanudin Timika, pos pengamanan di Pasar Eks Swadaya di Jalan Yos Sudarso, pos pengamanan di bundaran SP 2-SP 5 di Jalan Cenderawasih Timika, pos pengamanan dan pelayanan di Bandara Baru Mozes Kilangin Timika, pos pengamanan dan pelayanan di Mimika Timur, dan pos pengamanan dan pelayanan di Kawasan Pelabuhan Poumako, Timika.
Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, SH,SIK,MH melalui Kasi Humas Polres Mimika, Ipda Hempy Ona, SE kepada Timika eXpress pada Jumat (19/4) menjelaskan, secara keseluruh kegiatan Operasi Ketupat Cartenz 2024 berjalan dengan aman dan lancar.
“Selama digelarnya Operasi Ketupat Cartenz – 2024, situasi Kamtibmas diwilayah Hukum Polres Mimika aman dan kondusif. Kegiatan sholat taraweh dan perayaan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah berjalan dengan aman dan terkendali, tanpa adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol,” jelasnya.
Lanjut Kasi Humas, kegiatan di lokasi tempat wisata dan rekreasi serta mobilitas arus mudik maupun arus balik yang menggunakan pesawat udara di Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Poumako Timika juga demikian.
“Berdasarkan analisa dan evaluasi bahwa kejadian Laka Lantas selama digelarnya Operasi Ketupat Cartenz Tahun 2024, terdapat 3 kasus dan satu orang meninggal dunia. Jika dibandingkan 2023 lalu, kasus laka lantas sebanyak 2 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 4 orang. Sehingga mengalami pengurangan 1 kasus atau 25 %, sedangkan latar belakang terjadinya Laka Lantas pengendara tidak memperhatikan pejalan kaki, sehingga mengakibatkan kecelakaan,” jelasnya.
Selain itu, pelanggaran Lalu lintas selama digelarnya Operasi Ketupat Cartenz Tahun 2024 terdapat 273 kasus, dibandingkan Tahun 2023 terjadi pelanggaran lalu lintas sebanyak 331 kasus, sehingga mengalami pengurangan 58 kasus atau 12,7 %.
Sedangkan latar belakang pelanggaran lalu lintas di dominan oleh pengendara tidak menggunakan helm standar SNI, berboncengan lebih dari 1 orang menggunakan knalpot standar atau racing dan tidak menggunakan Seftybelt.
“Gangguan Kamtibmas yang terjadi mengalami penurunan 9 kasus, jika dibandingkan dengan Operasi Ketupat Cartenz – 2023, yang mana didominasi oleh kasus kejahatan jalanan yaitu Curanmor kendaraan roda dua,” jelasnya.
Ditambahkannya, Satgas Operasi Ketupat Cartenz Tahun 2024 melakukan kegiatan penggalangan atau pendekatan serta memberikan imbauan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat agar dapat membantu pihak Kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama pelaksanaan hari raya Idul Fitri Tahun 2024.
“Kami dari Polres Mimika mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh instansi, para tokoh, dan mitra Kamtibmas yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pengamanan Operasi Ketupat Cartenz 2024 ini, sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan baik dan situasi kamtibmas dapat terpelihara dengan baik,” jelasnya. (glt)













Tinggalkan Balasan