Polres Mimika Siapkan 7 Posko Pengamanan

PENYEMATAN – Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra saat menyematkan pita kepada perwakilan personel yang terlibat dalam gelar Operasi Ketupat 2024 di Lapangan Mapolres Mimika Mile 32 pada Rabu (3/4/2024). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kepolisian Resort (Polres) Mimika melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2024 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1445 Hijriah di wilayah Kabupaten Mimika pada Rabu (3/4/2024).

PIMPIN – Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2024 pengamanan Idul Fitri 1445 H di Lapangan Upacara Mapolres Mimika Mile 32 pada Rabu kemarin.

Pelaksanaan apel di Lapangan Upacara Mapolres Mimika Mile 32 yang dipimpin Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra ditandai dengan penyematan tanda peserta dan pengecekan kesiapan 150 personel gabungan dalam pengamanan Idul Fitri 1445 Hijriah.

Personbel gabungan TNI/Polri, selain itu, Satpol PP, Basarnas, Dishub, SAR, Senkom, PMI dan Pramuka serta stakeholder lainnya akan disiagakan di 7 posko pengamanan.

“Tujuh Posko Pengamanan yang kita siapkan itu di Bandara Mozes Kilangin Timika, Pelabuhan Poumako, kawasan arah Mapurujaya, depan Diana Mall, Timika Mall dan dua lainnya di Kota Timika,” ungkap Kapolres Mimika.

Turut hadir dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2024, yaitu Kajari Mimika Meilany, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Timika Putu Mahendra, Kepala Dinas PUPR Robert Mayaut, Danlanal Timika Letkol Laut (P) Benedictus Hery Murwanto, Kasdim 1710/Mimika Mayor Inf. Abdul Munir, Wakapolres Mimika Kompol Hermanto, Kakansar Timika George LM. Randang, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolri, Jenderal Listy Sigit Prabowo, M.Si yang dibacakan oleh Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, menyebutkan bahwa apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2024 secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia pada 3 Maret 2024.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 sebagai komitmen nyata sinergisitas TNI-Polri dengan stakeholder terkait dalam pengamanan mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah,” ujarnya.

Diterangkan pula, berdasarkan survei indikator kepuasan masyarakat atas penyelenggaraan dan penanganan arus mudik Tahun 2023 mencapai 89,5 persen atau meningkat 15,7 persen dibanding Tahun 2022.

“Ini merupakan wujud apresiasi masyarakat atas kerja keras kita bersama yang harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam pengamanan arus mudik dan balik tahun ini,” serunya.

Sementara itu, berdasarkan survei Kemenhub Republik Indonesia Tahun 2024 diperkirakan terdapat potensi pergerakan masyarakat sebesar 193,6 juta orang atau meningkat 56,4  dibandingkan Tahun 2023.

Terkait ini, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa mudik tahun ini adalah mudik yang akan sangat besar sekali, dimana kenaikannya mencapai 56 persen dibanding tahun lalu.

“Total yang akan mudik kurang lebih 190 juta orang, sehingga masyarakat diimbau dan diajak untuk mudik lebih awal,” harapnya.

Untuk menjawab tantangan ini, TNI/Polri bersama stakeholder terkait melaksanakan operasi terpusat dengan sandi “Ketupat 2024” yang melibatkan 155.165 personel gabungan dan akan melakukan pengamanan selama 13 hari, mulai tanggal 4-16 April 2024.

Ditrangkan pula, dalam operasi ini, telah disiapkan 5.784 pos terdiri dari 3.772 pos pengamanan, 1.532 pos pelayanan, dan 480 pos terpadu dalam rangka pelayanan dan pengamanan pada jalur-jalur rawan kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana alam, serta di pusat-pusat keramaian.

“Pos-pos yang digelar harus mampu memberikan pelayanan prima dan pengamanan yang optimal. Polri bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR pun telah mengeluarkan surat keputusan bersama tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik,” paparnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran, dan kenyamanan arus lalu lintas.

Kapolres juga meyerukan, apabila masyarakat merasa khawatir akan gangguan kejahatan saat mudik, telah disiapkan pengawalan kepolisian untuk memberikan rasa aman.

“Makanya, sinergi dan koordinasi antara Satgas Pusat, Satgas Daerah, dan stakeholder terkait harus berjalan optimal, sehingga pengguna jalan benar-benar merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, terkait penyeberangan laut, diprediksi pengguna kapal penyebrangan mencapai 10,65 juta orang.

Untuk itu, pesan Kapolri, pemudik baiknya hindari antrean panjang saat menaiki kapal dengan menerapkan delaying system dan mendorong pembelian tiket secara online pada kantong-kantong parker.

Termasuk, pastikan masyarakat mengetahui informasi terkait pelabuhan penyeberangan yang dapat digunakan sesuai jenis kendaraan.

“Kita dihadapkan pada situasi dinamis dalam pelaksanaan pengamanan, jadi harus pahami betul karakteristik wilayah masing-masing seperti titik rawan banjir, rawan longsor, dan rawan gangguan Kamtibmas, utamanya yang berada di jalur-jalur mudik,” pesanya lagi.

Diingatkan pula  mengenai aspek keamanan dari gangguan Kamtibmas juga harus menjadi perhatian penting, baik saat meninggalkan rumah, di jalur mudik, maupun lokasi wisata atau pusat keramaian lainnya.

Untuk tetap menjamin Kamtibmas yang kondusif, pihak kepolisian juga intens melakukan patroli bersama pada jam-jam rawan.

“Supaya masyarakat dapat mudik dengan tenang, kami juga libatkan kelompok-kelompok organisasi masyarakat dan keagamaan dalam pengamanan Sholat Ied sebagai wujud toleransi dan keberagaman Indonesia,” katanya.

Disamping itu, Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran (Kamseltibcar) Lalu Lintas (Lantas), gangguan Kamtibmas, stabilitas harga dan ketersediaan BBM harus tetap terjaga.

Semuanya ini harus melalui koordinasi serta melakukan langkah-langkah bersama stakeholder terkait, sehingga stok dan harga barang kebutuhan tetap terjaga.

“Intinya, seluruh upaya dan perkembangan di lapangan harus diimbangi dengan strategi komunikasi publik yang baik. Pastikan masyarakat dapat mengetahui informasi yang dibutuhkan melalui berbagai saluran komunikasi, sehingga dapat merencanakan perjalanannya dengan nyaman. Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat merasakan “mudik aman, ceria dan penuh makna,” ungkapnya.

Diharapnya pula, momentum Hari Raya Idul Fitri dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, persatuan, dan kesatuan seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kapolres Mimika juga mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personil pengamanan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Mitra Kamtibmas lainnya yang telah berpartisipasi dalam mendukung Operasi Ketupat 2024.

“Sinergisitas seluruh stakeholder terkait merupakan kunci utama untuk mengulangi keberhasilan pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun lalu,” jelasnya. (glt)