Andarias Nauw (FOTO: ELISA/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah bakal membentuk forum anak.
Melalui forum anak sebagai wadah organisasi yang dibina oleh Dinas Pemberdayaan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika, untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di Mimika khususnya dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak.
Pembentukan forum anak ini juga menilik angka kasus kekerasan terhadap anak sepanjang 2023 yang tinggi, yaitu mencapai 35 kasus.
“Sepanjang 2023, DP3AP2KB melalui Unit P2TP2A menangani 54 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk di dalamnya kasus kekerasan terhadap anak ada 35 kasus,” kata Andarias Nauw, Koordinator P2TP2A Mimika saat dikonfirmasi Timika eXpress, Senin (8/1/2024).
Dari 54 kasus tersebut, terdiri atas enam kasus kekerasan terhadap perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 10 kasus dan kekerasan terhadap anak 35 kasus.
“Karena jumlah kasus kekerasan terhadap anak mendominasi, sehingga bakal dibentuk forum anak. Apalagi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini sangat beragam, bahkan lebih dominan terjadi di lapangan,” kata Andarias.
Menurut dia, forum anak ini dibentuk guna mengorganisir anak-anak agar bisa menyuarakan kepentingan dan hak-hak mereka.
Artinya forum ini merupakan perpanjangan tangan P2TP2A bagi anak-anak di Mimika.
“Jadi hak anak itu seperti dilupakan dari sisi kebutuhan, apa yang harus menjadi hak anak, dan setiap anak harus menyampaikan kebutuhannya masing-masing di bawah naungan atau binaan P2TP2A,” ujarnya.
Ia berharap melalui forum anak, P2TP2A dapat membina anak-anak mejadi terampil dalam karakter dan memiliki kemampuan menjadi pemimpin di masa depan dan bertanggung jawab. (kay)









Tinggalkan Balasan