RAPAT – Petrus Pali Ambaa Kepala Dinas Disperindag dalam rapat bersama dengan pihak Pertamina dan agen minyak tanah di kantor Disperindag pada Rabu (27/9). (FOTO: ELISA/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika menggelar rapat bersama Pertamina dan agen minyak tanah dan para pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terkait penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat.  Kegiatan dilaksanakan di kantor Disperindag pada Rabu (27/9).

Petrus Pali Ambaa (FOTO: DOK/TIMEX)

Petrus Pali Ambaa, Kepada Disperindag mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang memang sudah sering kami lakukan pertemuan antara pihak pertamina, SPBU, agen yang diberi tugas dan tanggung jawab dalam penyaluran atau pendistribusian BBM bersubsidi.

Katanya, inti dari pada rapat ini adalah untuk mengevaluasi kembali tentang tugas-tugas atau pekerjaan yang sudah dilakukan di lapangan ketika ada kendala yang harus dibahas bersama untuk mencari solusinya, terkait dengan pelayanan baik untuk BBM bersubsidi, solar, pertalite dan minyak tanah sampai ke pangkalan-pangkalan yang ada di Mimika yang sudah dilayani.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Pertamina yang sudah siap untuk menerapkan aplikasi Simitan. Aplikasi ini untuk lebih mudah memantau terkait penyaluran atau pemberian minyak tanah kepada warga yang dilayani sehingga tidak lagi terjadi penyelewengan atau penjual kepada pihak-pihak pengecer.

Lebih lanjut dikatakan Petrus, di dalam pelaporan dari setiap pangkalan ini nanti akan menginput terkait dengan jumlah KK yang dilayani di lokasi tersebut.

“Misalnya si Budi sudah mendapat pelayanan minyak tanah di pangkalan A. Ketika mau beli lagi di pangkalan B dengan nama Budi, maka otomatis sudah terblokir karena dianggap sudah terlayani,” kata Petrus.

Tentunya disesuaikan dengan ketersediaan kuota yang ada di setiap pangkalan dan itu juga akan memudahkan untuk rekomendasi penambahan atau pengurangan dari pada kebutuhan yang ada di setiap pangkalan tersebut.

Petrus mengatakan misalnya, selama ini ternyata di pangkalan ini harusnya cukup hanya sekian KK, tetapi pendistribusiannya lebih dari itu maka akan dikurangi

Atau misalnya, di pangkalan tersebut ternyata melayani sekian itu bisa direkomendasikan untuk disesuaikan dengan kuota yang dibutuhkan kalau kuota cukup tersedia untuk pelayanan minyak tanah.

Petrus menjelaskan, alasannya bahwa setelah penerapan penggunaan QR code ini menurut Pertamina adalah suatu keberhasilan kita di Mimika untuk penggunaan QR code karena sudah sangat membantu dalam mengurai yang selama ini kita alami terjadinya penggantian pelayanan BBM bersubsidi di lapangan.

Sehingga dengan dasar itu pihak SPBU dan Pertamina merekomendasikan kepada pihaknya untuk mereka sudah bisa menarik tenaga-tenaga Disperindag di lapangan untuk melaksanakan tugas yang lain, tidak terfokus lagi pengawasan di lapangan.

“Penggunaan QR code ini sangat efektif sekali dan belum semua daerah melakukan penggunaan QR code,” pungkasnya. (kay)