Sempurna Itu Tidak Tercela
BAGIKAN – Pastor Brayen Gwijangge, Pr saat membagikan hosti kepada anak-anak sambut baru (komuni pertama) di Gejera Katedral Tiga Raja, Minggu (2/6). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Sebanyak 128 anak (putra dan putri) umat Katolik menerima sakramen komuni pertama di Gereja Katedral Tiga Raja, Keuskupan Timika, Mimika- Papua Tengah, Minggu (2/6).
Perayaan misa Tubuh dan Darah Kristus sekaligus penerimaan Sakramen Komuni tersebut dipimpin Pastor Brayen Gwijangge, Pr dan dihadiri orang tua dari anak-anak penerima komuni pertama serta umat Gereja Katedral Tiga Raja Timika.
Pastor Brayen Gwijangge, Pr dalam menyampaikan Firman Tuhan dari Injil Markus 14:12-16.22-26 mengatakan bahwa setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid. Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.”
“Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, dia yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”
Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.”
Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka,
“Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah”. jelasnya.
Selain itu, Pastor Brayen Gwijangge, Pr dalam kotbahnya mengatakan bahwa sempurna itu tidak bercela, kekal selamanya.
“Yesus berkata, Inilah tubuhku, ambilah dan makanlah, dan inilah darah-Ku, darah dalam perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang. Cinta Allah kepada kita manusia tidak ada sisanya, sempurna dan kekal abadi untuk selamanya,” jelasnya.
Selain itu, Pastor Brayen Gwijangge, Pr berpesan kepada para peserta Komuni pertama agar dalam kehidupan sehari-hari harus memiliki cinta kasih.
“Dalam diri kalian semua harus ada cinta kasih yang bertumbuh dengan penuh iman agar dapat mencintai Tuhan dan sesama manusia. Oleh sebab itu, harus berbuat baik terhadap diri sendiri dan sesama manusia, maka kamu akan ada didalam Tuhan dan Tuhan akan selalu ada didalam dirimu dan selalu menuntun hidupmu selamanya,” pesannya.
Selain itu, Pastor Brayen Gwijangge, Pr juga mengingatkan dan mengajak para peserta komuni pertama agar selalu hadir dalam perayaan sakral seperti hari Minggu.
“Semua wajib hadir saat-saat sakral saat ibadah hari Minggu guna selalu mengikat perjanjian dengan Tuhan, begitu juga dengan umat yang telah menerima sakramen komuni, karena terkadang, bahkan selalu lupa akan Tuhan, melainkan selalu mengutamakan hal-hal dunia. Ingatlah bahwa Tuhan selalu melihat semua aktivitas kita setiap hari, karena Tuhan mencintai kita tiada batasnya, oleh sebab itu, ingatlah Tuhan selamanya, karena hanya Tuhanlah yang menuntun kita ke hidup yang kekal,” jelasnya.
Usai menyampaikan kotbah tersebut, dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi Kudus. (glt)









Tinggalkan Balasan