PEMBEKALAN – Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Octovian Jangkup, memberikan arahan kepada peserta UMKM Kios Kelontong Batch II di Gedung MPCC YPMAK, Kabupaten Mimika, Senin (2/3/2026).
(FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Divisi Perencanaan Program Ekonomi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), melalui Financial Literacy Program (FLP) memberikan pembekalan kepada peserta UMKM Kios Kelontong binaan YPMAK.

Kegiatan tersebut digelar di Gedung MPCC milik YPMAK, Senin (2/3/2026).

Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi YPMAK, Octovian Jangkup, menyampaikan bahwa program UMKM Kios Kelontong bagi masyarakat Amungme dan Kamoro telah dibangun sejak 2025.

Sejumlah unit yang telah selesai dibangun juga sudah beroperasi dan mendapatkan pelatihan tahap pertama.

Menurutnya, pelatihan kali ini merupakan tahap kedua yang diikuti seluruh penerima manfaat UMKM Kios Kelontong Batch II.

“Tujuannya terkait sistem pengelolaan dan pelatihan transaksi berbasis teknologi modern, termasuk penggunaan komputer dan sistem pemindai (scan),” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, YPMAK menggandeng mitra, yakni mahasiswa Institut Jembatan Bulan (IJB), Bank BTN, serta CV Amungsa Berjaya Gemilang untuk mendampingi para peserta.

Octovian menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penyerahan kunci kepada UMKM Kios Kelontong yang baru dan ditargetkan sudah mulai beroperasi pada pekan berikutnya.

Sejauh ini, YPMAK telah membangun 20 unit UMKM Kios Kelontong di Kabupaten Mimika. Sebanyak 12 unit telah beroperasi, sementara sisanya akan segera menyusul setelah proses serah terima.

“Apa yang sudah kita berikan berupa sembako dan fasilitas pendukung ini harus sukses,” tegasnya.

Direktur CV Amungsa Berjaya Gemilang, Teopilus Koroboy, menyebutkan pelatihan kali ini diikuti delapan peserta dari Kamoro dan dua peserta dari Amungme.

Selain pembekalan, dilakukan pula evaluasi terhadap kios yang telah beroperasi.
Ia mengapresiasi dukungan YPMAK dan Bank BTN yang tidak hanya menyediakan bangunan dan barang, tetapi juga pendampingan pengelolaan keuangan.

“Kami diajarkan memisahkan modal belanja, keuntungan, dan biaya operasional agar usaha berjalan sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bank BTN Cabang Timika, Didit Darmomo, menegaskan program ini bukan sekadar bantuan modal, tetapi mendorong kemandirian masyarakat dalam berwirausaha.

“Selama setahun akan ada evaluasi dan pendampingan oleh mahasiswa Jembatan Bulan yang memantau operasional kios setiap hari,” jelasnya.

Ia berharap seluruh UMKM Kios Kelontong dapat terus dimonitoring untuk meminimalisir kegagalan dan memastikan keberlanjutan usaha.

“Memang penuh tantangan, tetapi dengan pendampingan dan evaluasi berkala, kami optimistis semua bisa sukses,” pungkasnya. (via)