Ketua Panitia Imlek 2026 PSMTI Timika, Joesoef Kurniawan (kiri) bersama Koordinator Acara Imlek 2577, Rusli Limpo (kanan)
TIMIKA, timikaexpress.id — Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika siap memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Nusantara Cahaya Imlek”, menghadirkan festival budaya, UMKM, serta kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat lintas etnis.
Ketua Panitia Imlek 2026 PSMTI Timika, Joesoef Kurniawan, mengatakan perayaan tahun ini bertepatan dengan Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa, atau tahun 2577.
“Unsur api melambangkan semangat, keberanian, dan energi positif. Nilai inilah yang ingin kami hadirkan dalam seluruh rangkaian kegiatan Imlek 2026,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali Festival Pasar Imlek pada 15–17 Februari 2026 di Jalan Budi Utomo, depan Cafe Mulo.
Sebanyak 40 pelaku UMKM akan dilibatkan dengan fasilitas stan gratis.
“Festival ini kami buat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di Timika. UMKM kami libatkan tanpa dipungut biaya,” jelas Joesoef.
Selain itu, PSMTI juga akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekretariat Yayasan Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) sebagai bagian dari komitmen sosial organisasi.
Semangat Harmoni Nusantara turut diwujudkan lewat simbol budaya lokal, seperti kuda lumping yang dijadikan logo kegiatan.
Koordinator Acara Imlek 2577, Rusli Limpo, menambahkan bahwa perayaan tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga nilai sosial dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan kepada para sesepuh Tionghoa, Festival Imlek selama tiga hari dengan panggung hiburan sekolah dan komunitas, serta layanan bakti sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah bersama PMI, pemeriksaan mata, dan pembagian kacamata.
Atraksi budaya seperti wushu, barongsai, fashion show, stand up comedy, hingga doorprize dari para sponsor juga akan meramaikan festival.
Puncak perayaan Imlek 2577 sekaligus Cap Go Meh direncanakan berlangsung pada 3 Maret 2026 di Graha Eme Neme Yauware, menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami berharap seluruh rangkaian ini menjadi ruang kebersamaan, hiburan, dan kepedulian sosial bagi masyarakat Timika,” pungkas Rusli. (red)








Tinggalkan Balasan