SUASANA – Nampak suasana lengang di SD Negeri 3 Timika, Kamis (29/1/2026). (FOTO:MAURITS/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 3 Mimika dihentikan sementara menyusul kasus penikaman terhadap SL (22) di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (28/1/2026).
Meski insiden tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolah, pihak sekolah memutuskan memulangkan murid lebih awal guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Pada hari ini, Kamis (29/1), sekolah kembali meliburkan siswa dan mengimbau agar proses belajar dilakukan dari rumah hingga situasi dinyatakan kondusif.
Imbauan tersebut disampaikan kepada orang tua dan wali murid melalui grup WhatsApp sekolah.
“Assalamualaikum wr.wb dan selamat malam ayah bunda. Berhubung kondisi di sekitar sekolah tidak kondusif, untuk sementara waktu anak-anak belajar di rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sampai ada info selanjutnya. Diharapkan kerja samanya, terima kasih,” tulis pihak sekolah.
Selain itu, kepala sekolah juga menyampaikan pesan kepada para guru wali kelas untuk diteruskan kepada orang tua.
“Selamat malam bapak ibu guru. Untuk keadaan seperti ini mohon wali kelas menginformasikan kepada orang tua agar anak-anak belajar di rumah sampai ada pemberitahuan selanjutnya untuk kembali masuk sekolah. Sekali lagi mohon kerja samanya,” demikian pesan Kepala SD Negeri 3 Mimika.
Sebelumnya, pada Selasa pagi, aktivitas belajar sempat berlangsung normal saat murid masuk kelas pukul 07.00 WIT.
Namun sekitar satu jam kemudian terjadi aksi pemalangan jalan di sekitar lokasi sekolah.
Atas situasi tersebut, pihak sekolah kembali memulangkan siswa lebih cepat dan meminta orang tua menjemput anak-anak mereka.
Hingga kini, para guru masih berada di sekolah guna memastikan kondisi keamanan di sekitar lingkungan sekolah benar-benar kondusif, sebelum kegiatan belajar tatap muka kembali dilakukan secara normal.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi blokade di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Ki Hajar Dewantara, Timika, Rabu (28/1/2026) pagi merupakan bentuk protes atas kematian SL yang ditemukan tewas di samping tempat pembuangan sampah.
Kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. (vis)







Tinggalkan Balasan