FOTO BERSAMA – Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago, didampingi Ketua AWP Elisa Sekenyep, dan Ketua Panitia Festival Media Abeth Abraham You, foto bersama para jurnalis penerima anugerah Noken Pers saat penutupan Festival Media di Nabire, Kamis (15/1/2026).

NABIRE,timikaexpress.id – Festival Media se-Tanah Papua yang berlangsung sejak 13–15 Januari 2026 di eks Bandara Lama Nabire resmi ditutup oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago,Kamis (15/1/2026).

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH,
dalam sambutan yang dibacakan Marthen Ukago, disampaikan bahwa Gubernur bersama Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah tengah menjalankan tugas kedinasan di luar daerah, sehingga penutupan festival dipercayakan secara resmi kepada perwakilan pemerintah provinsi.

“Dengan penuh tanggung jawab, kami menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Festival Media se-Tanah Papua 2026, sebagai komitmen pemerintah memperkuat peran pers dalam pembangunan,” ujar Ukago.

Acara penutupan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah, pimpinan organisasi pers, tokoh senior media, anggota DPR Papua Tengah dan MRP, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, pemuda, pelajar, mahasiswa, serta insan pers dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang menjadikan Nabire sebagai ruang pertemuan insan pers untuk berdiskusi kritis, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi lintas generasi dan wilayah.

Menurut gubernur, festival ini membuktikan bahwa media di Papua tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh bersama masyarakat, adat, nilai kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial.

Berbagai isu strategis dibahas dalam festival tersebut, mulai dari jurnalisme damai, etika jurnalistik, hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, hingga tantangan media di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

Gubernur menegaskan bahwa insan pers merupakan mitra strategis pembangunan.

“Kritik yang jujur, data yang akurat, dan keberpihakan pada kepentingan publik adalah fondasi pemerintahan yang transparan dan adil,” ujar Ukago mengutip sambutan gubernur.

Ia juga menekankan bahwa Malam Anugerah Wartawan Papua dan Apresiasi Noken Pers bukan sekadar penghargaan individu, melainkan pengakuan atas jurnalisme sebagai panggilan moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Jurnalisme adalah ruang bagi suara yang sering terpinggirkan sekaligus tanggung jawab menjaga nurani publik,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Gubernur Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada panitia, Asosiasi Wartawan Papua (AWP), para senior pers, serta seluruh mitra yang mendukung terselenggaranya festival media.

Ia berharap semangat Festival Media se-Tanah Papua terus hidup di ruang redaksi, di kampung-kampung, dan dalam kerja jurnalistik sehari-hari.

“Wartawan boleh lelah, tetapi kebenaran tidak boleh berhenti. Kebenaran akan selalu menemukan jalannya ketika kita berpegang pada integritas dan keberanian moral,” pungkasnya. (vis)