FOTO BERSAMA – Bupati Johannes Rettob didampingi istrinya Ny. Suzi Rettob, foto bersama pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Mimika, Yayasan Peduli Kasih Tionghoa, tokoh masyarakat, dan para donatur usai peletakan batu pertama pembangunan Gedung YPKT di kawasan Budi Utomo Ujung, Timika, Sabtu (28/2/2026). (FOTO:ISTIMEWA)
TIMIKA, timikaexpress.id – Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Yayasan Peduli Kasih Tionghoa (YPKT) di kawasan Budi Utomo Ujung, nantinya menjadi ikon dan pusat kegiatan sosial.
Peletakan batu pertama pada Sabtu (28/2/2026), yang dihadiri Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjadi momentum penting bagi keluarga besar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika dalam mewujudkan pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya masyarakat Tionghoa di daerah ini.
Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa gedung yang akan dibangun tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sekretariat yayasan maupun organisasi, tetapi juga harus menjadi ruang diskusi dan pendidikan bagi masyarakat.
“Saya berharap gedung ini nantinya menjadi tempat berkumpul yang melahirkan ide-ide untuk membangun Kabupaten Mimika. Tidak hanya untuk internal paguyuban, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah mendukung penuh keberadaan seluruh paguyuban yang memiliki komitmen membangun daerah secara bersama-sama.
“Sepanjang tujuannya untuk memperkuat kebersamaan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah, pemerintah pasti mendukung,” tegasnya.
Bupati juga berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan generasi muda, termasuk pembelajaran bahasa Mandarin, serta menjadi ruang dialog lintas komunitas di Mimika.
Menutup sambutannya, Bupati berharap pembangunan gedung dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu demi mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya di Mimika.
Sementara itu, Ketua Paguban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Mimika, Rusli Gunawan, menjelaskan bahwa gedung tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 3.105 meter persegi.
Bangunan utama direncanakan berukuran 22 x 54 meter atau sekitar 1.188 meter persegi, lengkap dengan area parkir dan taman.
Lahan tersebut merupakan hibah dari Steven Tan seluas 25 x 100 meter serta tambahan hibah 15 meter dari Jegrry sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan fasilitas bersama.
Untuk pembangunan gedung, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp4 hingga Rp8 miliar.
Sejumlah donatur telah menyatakan komitmen membantu, baik dalam bentuk dana maupun material bangunan.
Meski panitia pembangunan belum terbentuk, pihak yayasan optimistis proses pembangunan akan berjalan lancar melalui semangat gotong royong seluruh pengurus dan anggota. (*)







Tinggalkan Balasan