TIMIKA, timikaexpress.id – Bentrok antara warga Kampung Kapiraya dan Mogodagi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sejak Sabtu (7/2) dan kembali terjadi Selasa (11/2), mengakibatkan tiga warga menjadi korban luka akibat panah dan tembakan senapan angin.

Korban pertama terjadi pada Sabtu lalu, menimpa Kiki Tabo, seorang pekerja asal Manado yang berada di Kapiraya.

Ia dilaporkan terkena peluru senapan CIS.

Sementara itu, dua warga Kamoro kembali menjadi korban dalam aksi susulan pada Rabu (11/2/2026), sehingga situasi di lokasi sempat mencekam.

“Hingga pagi ini masih ada penyerangan dan tiga warga kami sudah jadi korban,” ujar seorang warga yang dikonfirmasi dari lokasi kejadian.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman membenarkan adanya korban dan menyatakan aparat masih melakukan pendataan serta penanganan guna meredam situasi.

“Sementara kami tindak lanjuti,” katanya melalui pesan singkat.

Terkait pemicu keributan, Kapolres mengungkapkan informasi awal mengarah pada pembukaan palang di Jembatan Kilometer 5 oleh warga Kapiraya, yang sebelumnya dipasang oleh warga Kampung Mogodagi.

Sebelumnya, video bentrokan sempat beredar memperlihatkan warga membawa parang, panah, dan senapan angin.

Aparat gabungan TNI-Polri telah diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan keadaan.

“Saat ini kondisi sudah kondusif,” tegas Kapolres.

Dari kejadian tersebut, ibu-ibu dan anak-anak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman agar tidak menjadi korban dari aksi saling serang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, konflik dipicu pembukaan sasi adat di Jembatan Kilometer 5 yang sebelumnya diberlakukan oleh warga Kampung Mogodagi. (*)