Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Rizal Ubra (DOK/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menargetkan pelaksanaan 2 juta tes malaria pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen percepatan eliminasi penyakit tersebut di wilayah Kabupaten Mimika.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Rizal Ubra, mengatakan penanganan malaria tetap menjadi prioritas utama program kesehatan daerah, terutama setelah tren penurunan kasus yang cukup signifikan pada 2025.

“Target kami tahun 2026 adalah dua juta tes malaria. Pada 2025, dari satu juta tes yang dilakukan, rata-rata kasus positif hanya 15 persen. Angka ini turun dibandingkan 2024 yang mencapai 22 persen,” ujar Reynold di Timika, Kamis (26/2).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa upaya eliminasi yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif.

Selain meningkatkan cakupan pemeriksaan (testing), Dinkes Mimika juga memperkuat strategi pengendalian vektor sebagai langkah utama pencegahan.

Upaya tersebut meliputi pembersihan lokasi yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk serta pelibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk mendukung pencapaian target, Dinkes juga mengoptimalkan peran Puskesmas Pembantu (Pustu) dan memperkuat koordinasi dengan kader kesehatan di tingkat kampung guna mengendalikan penyebaran malaria secara berkelanjutan.

“Kami meningkatkan peran Pustu dan bekerja sama dengan kader kesehatan agar pengendalian vektor dan deteksi dini bisa dilakukan hingga ke kampung-kampung,” jelasnya.

Di sisi lain, ketersediaan logistik pengobatan juga menjadi perhatian.

Dinkes memastikan distribusi obat malaria dilakukan secara merata ke seluruh fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta.

“Tujuannya agar masyarakat mudah mengakses layanan deteksi dini dan mendapatkan pengobatan sesuai standar medis,” pungkasnya. (tim)