Barista dan staf Lobby Caffe bersama pemilik Lobby Caffe, Indah Sari, di Timika. (FOTO: SELVY/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Bagi sejumlah anak muda generasi Z di Timika, kecintaan terhadap kopi tidak berhenti sebagai hobi.

Dari balik meja bar, mereka menjadikan kegemaran meracik kopi sebagai pekerjaan sekaligus sumber penghasilan.

Di Lobby Caffe, hampir seluruh stafnya berasal dari generasi Z.

Empat di antaranya adalah Vredy Agus Iriansyah (20), Vena Alfriani Rande (19), Elton Chandra Maniagasi (25), dan Rivaldo Tentua (26).

Mereka telah menekuni pekerjaan sebagai barista selama satu hingga empat tahun. Selain memperoleh penghasilan, pekerjaan tersebut memberi mereka kesempatan mengembangkan keterampilan, bertemu banyak orang, dan membangun relasi.

Bagi Vredy, ada kepuasan tersendiri ketika kopi yang dibuatnya dapat dinikmati pelanggan.

Ia menikmati proses meracik kopi sekaligus melihat respons pelanggan terhadap hasil racikannya.

Sementara Vena mengaku menyukai suasana kerja sebagai barista yang menurutnya cukup santai.

Interaksi dengan pelanggan juga menjadi salah satu hal yang membuatnya menikmati pekerjaan tersebut.

Berbeda dengan keduanya, Elton melihat pilihan menjadi barista dari sudut pandang yang lebih luas. Menurut dia, generasi Z saat ini tidak lagi terlalu mempersoalkan gengsi ketika memilih pekerjaan.

Baginya, pekerjaan tidak harus selalu identik dengan profesi tertentu, pakaian formal, atau status sosial.

“Kerja apa pun yang penting halal, hobi jalan, uang lancar,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Rivaldo. Menjadi barista tidak hanya memberinya penghasilan, tetapi juga kesempatan bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan memperluas jaringan pertemanan.

Bukan Sekadar Meracik Kopi

Pemilik Lobby Caffe, Indah Sari, melihat anak muda generasi Z memiliki semangat kerja dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Menurut Indah, para pekerjanya juga berani menyampaikan kritik dan saran.

Ia menilai sikap tersebut menjadi hal positif karena menunjukkan adanya keinginan untuk berkembang dan memperbaiki lingkungan kerja.

“Itu yang sa suka dari mereka, dong berani untuk memberikan saran, tapi etika tetap nomor satu,” tuturnya.

Untuk meningkatkan keterampilan para pekerjanya, Indah memberikan pelatihan dasar pembuatan kopi.

Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para barista untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang kopi.

Lobby Caffe juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lain untuk menitipkan produk mereka, seperti dessert dan roti.

Menurut Indah, keberadaan produk titipan tersebut tidak hanya menambah pilihan bagi pelanggan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM di Timika.

Bagi Vredy, Vena, Elton, dan Rivaldo, menjadi barista akhirnya bukan sekadar pekerjaan.

Di sana mereka bisa menjalankan hobi, mendapatkan penghasilan, mengasah keterampilan, sekaligus membangun relasi.

Dari secangkir kopi yang mereka racik, ada peluang bagi anak muda untuk bekerja dari sesuatu yang mereka sukai. (via)