PROFILING ASN — Bupati Mimika Johannes Rettob saat membuka Profiling ASN 2026 di Aula Lantai 3 Kantor BPKAD Kabupaten Mimika, Rabu (26/8/2026). (FOTO:IST)
MIMIKA, timikaexpress.id — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai membenahi sistem kepegawaian dengan memetakan kompetensi 2.644 aparatur sipil negara (ASN) melalui Profiling ASN 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari penerapan sistem merit dan manajemen talenta tersebut dibuka Bupati Mimika Johannes Rettob di Aula Lantai 3 Kantor BPKAD Kabupaten Mimika, Rabu (26/8/2026).
Profiling berlangsung selama empat hari, 26–29 Agustus 2026, dengan peserta mengikuti proses penilaian di empat lokasi, yakni SMP Negeri 2 Mimika, SMP Negeri 11 Mimika, SMP YPPK Santo Bernardus Mimika dan SMK Tunas Bangsa Mimika.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura Nur Hasan, Kepala BKPSDA Mimika Hermelina W. Imbiri, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD serta peserta profiling.
Bupati Johannes Rettob mengatakan, profiling menjadi langkah awal membangun manajemen kepegawaian yang lebih profesional, objektif dan berbasis kompetensi.
“Kita mulai meletakkan sebuah pondasi yang kokoh bagi manajemen kepegawaian kita di Kabupaten Mimika. Sesuai dengan visi dan misi kami, semuanya berbicara tentang satu hal, yaitu bagaimana membangun birokrasi yang baik,” ujar Johannes.
Menurutnya, penerapan sistem merit akan membuat penempatan dan pengembangan karier ASN didasarkan pada kompetensi, kinerja, proses dan data yang objektif.
Dengan sistem tersebut, pengangkatan, mutasi maupun promosi pejabat tidak lagi dilakukan tanpa pertimbangan yang jelas.
Setiap ASN memiliki kesempatan mengembangkan karier berdasarkan kemampuan dan rekam jejaknya.
“Ke depannya, siapa pun Bupati yang menjabat, Bapak dan Ibu tidak akan lagi diacak-acak atau dipindah-tangani sembarangan. Kita akan tetap berpegang teguh pada prinsip dan aturan yang berlaku serta melaksanakannya secara tertib dan profesional,” katanya.
Johannes meminta seluruh ASN mengikuti profiling secara serius.
Hasil pemetaan nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam menentukan kandidat untuk mengisi jabatan tertentu.
Ia menargetkan setiap jabatan memiliki sedikitnya lima kandidat yang memenuhi kualifikasi sehingga pemerintah memiliki basis data yang dapat digunakan dalam proses seleksi sesuai ketentuan.
“Kegiatan profiling ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan nilai tersebut. Bapak dan Ibu harus berpacu agar posisi bisa naik, setidaknya masuk ke tingkat tujuh, delapan, bahkan sembilan. Karena dalam sistem, hanya mereka yang berada di tingkat tujuh, delapan, dan sembilan yang bisa kami pilih,” ujarnya.
Sebanyak 2.644 ASN yang mengikuti Profiling ASN 2026 terdiri atas 32 pejabat pimpinan tinggi pratama, 140 pejabat administrator, 113 pejabat pengawas, 805 pejabat fungsional kesehatan dan lainnya, 361 pejabat fungsional guru jenjang ahli madya, serta 1.190 pejabat pelaksana atau fungsional umum.
Johannes mengatakan pembenahan manajemen kepegawaian telah dimulai sejak 2025 melalui profiling terhadap 1.000 ASN.
Tahun ini, jumlah peserta diperluas untuk menghasilkan pemetaan kompetensi yang lebih lengkap.
Ia juga mengimbau ASN yang mengalami perubahan jenjang atau jabatan mengikuti penilaian kembali agar data kompetensinya tetap sesuai kondisi terkini.
“Jangan takut pada pemetaan ini. Jadikan kesempatan untuk mengenali diri sendiri dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. (tim)


























Tinggalkan Balasan