PENGIBARAN BENDERA — Pengibaran bendera merah putih oleh Paskibra dalam upacara HUT ke-81 RI di Tembagapura yang dipimpin Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, Senin (17/8/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)

TEMBAGAPURA, timikaexpress.id — PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara di sejumlah lokasi operasional, Senin (17/8/2026).

Upacara utama berlangsung di Sporthall Tembagapura, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.

Upacara dipimpin Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dan diikuti jajaran manajemen serta karyawan perusahaan.

Kegiatan serupa juga berlangsung di Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta dengan terhubung secara virtual.

Sebanyak 2.281 peserta tercatat mengikuti upacara di enam lokasi, yakni Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Smelter PTFI, PT Smelting Gresik, dan Jakarta.

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, PTFI membawa subtema “One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama.”

Dalam amanatnya, Tony Wenas mengatakan semangat kebangkitan menjadi penting bagi PTFI setelah perusahaan menghadapi berbagai tantangan dalam satu tahun terakhir.

“Dari Timur Indonesia, kita bangkit bersama. Dari Papua, lebih dari 30.000 karyawan dari Sabang sampai Merauke, berbagai suku, agama, dan budaya bersatu dalam semangat One Freeport,” ujar Tony.

Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas

Tony mengajak seluruh keluarga besar PTFI mengenang sembilan pekerja yang meninggal dalam sejumlah insiden sepanjang 2025 hingga 2026.

Tujuh pekerja meninggal dalam insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.

Dua pekerja lainnya, Erman Rustaman dan Simson Mulia, meninggal dalam insiden keamanan pada kuartal pertama 2026.

Menurut Tony, berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan pekerja merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar.

“Tidak ada yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa rekan kerja Freeport,” katanya.

Ia menegaskan, setiap target produksi dan pencapaian perusahaan hanya bermakna apabila seluruh pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat.

Karena itu, PTFI terus memperkuat budaya keselamatan sebagai bagian dari nilai perusahaan SINCERE, yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence.

“Safety bukan hanya sekadar prosedur, melainkan nilai yang harus hidup dalam setiap keputusan, setiap tindakan, dan setiap cara kita bekerja,” ujar Tony.

Pemulihan Tambang Terus Berjalan

Di tengah proses pemulihan pascainsiden di tambang bawah tanah, Tony mengatakan operasi PTFI terus dipulihkan secara bertahap.

Sekitar 800.000 ton material lumpur basah harus dipindahkan. Sejumlah infrastruktur dan alat berat juga mengalami kerusakan, termasuk lokomotif dan gerbong yang tertimbun, sistem telekomunikasi, serta fasilitas ventilasi tambang.

Menurut Tony, berkat kerja keras tim pemulihan dan dukungan berbagai pihak, proses pemulihan terus menunjukkan perkembangan.

PTFI memproyeksikan kapasitas produksi mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026.

Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 75 persen pada pertengahan 2027 dan secara bertahap mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.

PTFI menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700.000 ounce emas.

Tetap Berinvestasi

Tony mengatakan PTFI tetap melanjutkan investasi di tengah proses pemulihan. Salah satunya melalui pengembangan Tambang Bawah Tanah Kucing Liar.

Investasi proyek tersebut telah mencapai sekitar Rp25 triliun dan diproyeksikan mencapai Rp72 triliun.

Tambang Kucing Liar diperkirakan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounce emas sepanjang masa operasinya.

Sementara itu, Smelter PTFI di Gresik telah siap kembali beroperasi. PT Smelting juga memiliki kapasitas pemurnian hingga 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Tony menyebut PTFI memberikan kontribusi sekitar Rp75 triliun kepada negara sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp13 triliun merupakan bagian pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan kabupaten lainnya di Papua Tengah.

“Nantinya ketika kita mencapai kapasitas produksi 100 persen, kontribusi PTFI bagi negara akan mencapai lebih dari Rp100 triliun setiap tahunnya,” ujarnya.

Simbol Kebersamaan

Semangat One Freeport juga terlihat dalam formasi Paskibra Tembagapura yang memadukan siswa Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) dengan karyawan PTFI.

Sebanyak 40 siswa YPJ dan 39 karyawan PTFI mengikuti latihan selama 18 hari untuk menjalankan tugas pengibaran bendera.

Menurut Tony, kolaborasi tersebut mencerminkan kebersamaan lintas generasi dalam keluarga besar PTFI.

Ia juga mengajak seluruh karyawan untuk terus hidup berdampingan, bekerja dan tumbuh bersama masyarakat lokal, serta menjaga kelestarian alam.

Tony menilai satu tahun terakhir menjadi periode penuh ujian sekaligus pembuktian ketangguhan keluarga besar PTFI.

“Walau diuji berkali-kali, atas pertolongan Tuhan, Freeport tetap teguh, tidak tercerai-berai, bahkan semakin erat bersatu sebagai satu keluarga besar Freeport,” katanya.

Menutup amanatnya, Tony kembali menegaskan semangat perusahaan yang berpijak di Tanah Papua.

“Dari Timur Indonesia, dari Tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” pungkasnya. (*)

Penulis: Gren Telaubun
Editor: Maurits SDP