TINJAU –Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, Ph.D., meninjau lokasi pengembangan perkebunan kakao di Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Senin (6/7/2026). (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)
NABIRE, timikaexpress.id – Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menyalurkan sebanyak 3.016.000 bibit kakao dan 11.000 bibit kelapa untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi perluasan dan peremajaan kebun kakao seluas 3.000 hektare, yang terdiri atas 1.000 hektare peremajaan dan 2.000 hektare perluasan lahan, serta pengembangan 100 hektare perkebunan kelapa.
Penyaluran bantuan itu disampaikan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, Ph.D., saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Senin (6/7/2026).

Ali Jamil mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas Kementerian Pertanian untuk memantau pelaksanaan program perkebunan tahun 2026 di seluruh wilayah Papua Raya.
“Di antara seluruh kabupaten di Papua, Nabire menjadi daerah dengan program perkebunan terbanyak. Selain pengembangan kakao, juga ada pengembangan kelapa, kopi, dan penataan sagu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk mendukung program perluasan kakao seluas 3.000 hektare dibutuhkan sedikitnya 3.016.000 bibit, termasuk cadangan sekitar 20 persen untuk mengantisipasi kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, pembangunan area pembibitan (nursery) harus dipercepat agar seluruh bibit siap tanam sesuai target.
Kementan juga meminta proses pengisian polybag dilakukan secara paralel dan dituntaskan dalam waktu dua pekan.
“Kami ingin bibit berada sedekat mungkin dengan lokasi petani agar kualitas tanaman tetap terjaga dan tidak mengalami stres saat proses distribusi,” katanya.
Selain kakao, Kementan juga menyiapkan 11.000 bibit kelapa untuk pengembangan lahan seluas 100 hektare, bahkan ditambah sekitar 2.000 bibit sebagai cadangan.
Ali Jamil menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung hilirisasi pertanian yang dicanangkan Presiden RI melalui penyediaan bahan baku perkebunan secara berkelanjutan.
Mewakili Gubernur Papua Tengah, Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dalam pengembangan komoditas kakao, kelapa, kopi, dan sagu di Nabire.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, kepala kampung, pemilik hak ulayat, hingga masyarakat, dapat mendukung pelaksanaan program tersebut agar target penanaman dapat tercapai sesuai jadwal.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah melalui sektor perkebunan,” ujarnya. (*)















Tinggalkan Balasan