PEMERIKSAAN KESEHATAN – Tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga dalam kegiatan sosial FKUB Mimika di Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka. (FOTO:YUDITH SANGGU/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pengobatan gratis di Gereja Katolik Stasi Santo Stefanus SP6, Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Kesbangpol, dan RS Kasih Herlina itu menjadi aksi sosial perdana FKUB sejak forum tersebut dibentuk di Kabupaten Mimika.

Ketua FKUB Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen FKUB dalam mendukung pelayanan masyarakat sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di Mimika.

“Kegiatan ini selaras dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati untuk melayani masyarakat dari kampung ke kota. Kami ingin memastikan masyarakat tetap sehat agar dapat beraktivitas, beribadah, dan mendukung roda ekonomi,” ujarnya.

Jeffrey menjelaskan, sebelumnya FKUB juga telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan internal bersama Kementerian Agama, KUA, dan anggota FKUB dengan jumlah peserta sebanyak 67 orang.

Untuk kegiatan di SP 6, panitia awalnya menargetkan 100 peserta.

Namun tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta diperkirakan bertambah.

Dalam pelayanan kesehatan tersebut, FKUB melibatkan empat dokter, baik dokter umum maupun spesialis, serta sembilan tenaga perawat.

Pemeriksaan kesehatan meliputi cek tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, hingga malaria.

Masyarakat yang mengikuti pengobatan gratis berasal dari berbagai latar belakang agama dan suku di Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Yance Numberi, menyampaikan dukungannya terhadap program FKUB yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menciptakan masyarakat sehat dan harmonis.

“Kehadiran kami juga untuk memberikan pemahaman tentang toleransi dan moderasi beragama agar Mimika menjadi rumah yang nyaman, damai, dan toleran bagi semua umat,” katanya.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan secara bergilir, tidak hanya di gereja tetapi juga di masjid, pura, maupun vihara agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

FKUB Mimika juga berencana melaksanakan kegiatan sosial berikutnya berupa sunatan massal pada 1 Juni 2026 di halaman Kantor FKUB Mimika.

Menariknya, peserta kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari umat Muslim, tetapi juga dari umat Katolik dan Nasrani. (*)

Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP