TIMIKA, timikaexpress.id — Pihak gereja Katedral Tiga Raja Timika, Papua Tengah, menerima permintaan maaf dari TNI terkait insiden yang terjadi di lingkungan pastoran beberapa waktu lalu.
Hal tersebut disampaikan Pastor Amandus Rahadad dalam khotbah Minggu (3/5/2026) di Katedral Tiga Raja Timika.
Ia menegaskan bahwa proses penyelesaian telah dilakukan secara damai melalui pertemuan bersama di lingkungan Keuskupan sebagai lokasi netral.
Menurutnya, peristiwa bermula saat sejumlah prajurit TNI-AD datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan interogasi.
Dalam proses tersebut, terdapat dokumentasi yang sempat dihapus namun kemudian ditemukan kembali sebagai bagian dari bukti kejadian.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan TNI yang dipimpin Kasdim Mimika Mayor Inf. Abdul Munir bersama lima personel yang terlibat menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan mengakui adanya kesalahan prosedur.
“Kami mengikuti ajaran kasih dan memilih untuk mengampuni, meskipun peristiwa ini cukup menyakitkan,” ujar Pastor Amandus.
Pihak gereja menyatakan menerima permintaan maaf tersebut dengan catatan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Mereka juga menolak ajakan sejumlah pihak untuk melakukan aksi demonstrasi, dengan alasan menjaga situasi tetap kondusif.
Terkait pemeriksaan di area pastoran, pihak gereja menjelaskan bahwa akses yang diberikan kepada aparat dilakukan secara kooperatif untuk menunjukkan tidak adanya hal-hal yang dicurigai.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan menjaga hubungan baik ke depan. (yud)









Tinggalkan Balasan