TIMIKA, timikaexpress.id – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), menargetkan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) mampu berdaya saing di tingkat nasional sebelum 2027.

Target tersebut merupakan bagian dari komitmen YPMAK dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.

Sebagai langkah awal, YPMAK memulai penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) RSMM melalui kick-off di Hotel Horison Diana, Senin (16/2).

Penyusunan master plan dilakukan bersama konsultan PT Ligar Mandiri Indonesia yang terpilih melalui seleksi terbuka sejak 2025.

Ketua Komite Seleksi RIP RSMM, Feri Magai Uamang, mengatakan proses lelang berlangsung sekitar enam bulan dan diikuti 58 peserta sebelum menetapkan satu konsultan terbaik.

“RIP ini menjadi mandat strategis yang menentukan arah pengembangan rumah sakit ke depan,” ujarnya.

Ketua Pembina YPMAK, Angel Henock, menambahkan pembahasan pengembangan RSMM telah berjalan hampir satu tahun. YPMAK akan memantau proses pendampingan selama tiga bulan hingga dokumen rampung sebagai dasar perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang.

RSMM merupakan rumah sakit pertama di Timika yang dibangun pada 1998 untuk melayani masyarakat Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya. Peningkatan tata kelola dan mutu layanan dinilai mendesak agar mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan lain yang terus berkembang.

Pada kesempatan yang sama, Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, menilai RSMM memiliki peran strategis dalam menjamin akses kesehatan masyarakat Mimika dan ditargetkan berdaya saing nasional sebelum 2027.

Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan penguatan RSMM tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan mutu layanan, profesionalisme tenaga medis, serta tata kelola rumah sakit yang transparan dan akuntabel.

“RSMM harus menjadi rumah sakit rujukan yang mampu memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya bagi masyarakat Mimika, tetapi juga Papua secara umum,” ujarnya.

Upaya menuju daya saing nasional meliputi peningkatan fasilitas medis, pengadaan alat kesehatan modern, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga pemenuhan standar akreditasi nasional. YPMAK juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan mitra strategis di bidang kesehatan.

Manajemen RSMM, lanjut Leonardus yang akrab disapa Leo, menyambut baik target tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berbenah secara menyeluruh. Evaluasi internal, penguatan sistem manajemen, serta peningkatan kualitas pelayanan pasien menjadi prioritas dalam dua tahun ke depan.

Direktur PT Ligar Mandiri Indonesia, Budi Prayogi, menyatakan tim konsultan akan memetakan kondisi rumah sakit, termasuk aspek manajemen, keuangan, pelayanan medis, dan administrasi, untuk dirumuskan menjadi rekomendasi strategis.

YPMAK menargetkan penyusunan RIP rampung sebelum akhir 2026 agar implementasi peningkatan layanan kesehatan di Mimika dapat segera dilakukan. (cr-70/cr-71)