SEMARANG, TIMIKAEXPRESS.id – Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program pendidikan bagi mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/8/2025).
Kunjungan dipimpin Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, didampingi Sekretaris Pengurus Kristianus Ukago, Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program Feri Magai Uamang, Wakil Ketua Bidang Monev Hendaotje Watori, Deputi Bidang Monev Fransiskus Xaverius Wanmang, serta staf Program Pendidikan dan Monev YPMAK.
Leonardus mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memperkuat komitmen belajar para mahasiswa sekaligus memberikan motivasi agar bisa menyelesaikan studi tepat waktu.
“Kita hadir sebagai orang tua, untuk memberi semangat. Manfaatkan beasiswa ini dengan baik dan bangun jejaring sosial yang sehat di kampus,” pesannya.
Feri Magai menegaskan, YPMAK menargetkan seluruh penerima beasiswa menyelesaikan studi dalam 4–5 tahun atau maksimal 10 semester. Jika melampaui batas, kepesertaan beasiswa akan diputuskan.
“Masih banyak anak Amungme dan Kamoro yang menunggu kesempatan. Jadi kita harus disiplin,” tegasnya.
Sementara itu, Hendaotje Watori mengingatkan mahasiswa agar memenuhi standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75–3,00. Jika tidak ada peningkatan setelah evaluasi, YPMAK akan mengajukan rekomendasi penghentian beasiswa.’
“Belajar itu bukan main-main. IPK menjadi ukuran keberhasilan,” ujarnya.
Koordinator Program Pendamping Mahasiswa Timika Papua (PPMTP) Unika Soegijapranata, Albertus Istiarto, menyebut saat ini terdapat 32 mahasiswa penerima beasiswa YPMAK di kampus tersebut.
“Angkatan 2019 tersisa empat orang, sedangkan angkatan 2024 ada 28 orang,” jelasnya.
Albert mengakui perkembangan akademik mahasiswa belum maksimal, namun ia berharap ada perbaikan di semester berikutnya. Meski demikian, secara sosial para mahasiswa dinilai semakin terbuka dan mampu berbaur dengan mahasiswa lain di kampus.
“Dulu mereka cenderung menyendiri, sekarang sudah berinteraksi lebih luas. Itu perkembangan yang positif,” tambahnya. (*/)









Tinggalkan Balasan