Jefry Deda (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyiapkan bank sampah di 21 kelurahan dan desa di Kota Timika sebagai upaya mengatasi persoalan sampah.
Kepala DLH Mimika, Jefry Deda, Selasa (26/8), mengatakan setiap kelurahan akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan sampah, termasuk membeli botol plastik dari warga. Warga pun diwajibkan memilah sampah sejak dari rumah.
“Sesuai arahan Bupati, setiap rumah tangga harus memisahkan sampah organik dan plastik. Sisa makanan diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah plastik disetor ke bank sampah kelurahan. Dari situ, plastik akan disortir untuk dikirim ke bank sampah induk di Pulau Jawa atau ke Pusat Daur Ulang (PDU) untuk diolah menjadi paving block maupun batu bata,” jelasnya.
Dengan sistem tersebut, volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka diperkirakan berkurang signifikan.
Saat ini, produksi sampah rumah tangga di Timika mencapai 93 ton per hari.
Untuk mengangkut sampah itu, DLH mengoperasikan 21 truk, terdiri dari delapan truk amrol dan 13 dump truk dengan dukungan 185 petugas.
“Kami masih membutuhkan tambahan tiga dump truk lagi,” tambah Jefry.
TPA Iwaka seluas 11 hektare, kini telah terpakai sekitar 7 hektare dengan sistem open dumping.
Sesuai aturan lingkungan hidup, pengelolaan ke depan akan menggunakan sistem control landfill, yakni sampah ditutup dengan tanah.
“Masih ada sisa lahan empat hektare yang akan kami kelola dengan sistem control landfill. Jika volume sampah dari kota bisa ditekan, otomatis pemakaian lahan TPA juga lebih efisien,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan sampah menjadi program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob–Emanuel Kemong.
“Program ini sebenarnya masuk dalam 100 hari kerja, tetapi karena belum teranggarkan di APBD Induk 2025, maka baru dimasukkan dalam APBD Perubahan 2025,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Mimika juga telah melakukan studi banding ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terkait sistem pengelolaan sampah terpadu. (*/)














Tinggalkan Balasan