TIMIKAEXPRESS.id –Kepala Suku Besar Kampung Wotai Kilometer 30, Natalis Boga, meluruskan soal 9 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diamankan masyarakat di Uta, Distrik Mimika Barat Tengah.

Menurut Natalis, BBM tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk mendukung pembangunan dan memenuhi kebutuhan warga di Kampung Wumuka dan Wotai.

“Solar yang ditahan di Uta itu sangat tidak benar. Itu bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk bangun kampung. Jadi harus utuh sampai di Wotai dan Wumuka, tidak boleh ada yang hilang,” tegas Natalis, Kamis (21/8).

Natalis menambahkan, dirinya sudah lama sakit dan berupaya mencari jalan agar bisa berobat sekaligus membantu keluarga besar di Wumuka, Wotai, dan delapan kampung lainnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga hubungan baik antara suku Mee dan Kamoro.

“Mee dan Kamoro ini sudah lama hidup berdampingan. Jangan ada pihak ketiga yang coba mengganggu hubungan kekeluargaan kita,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yosep Mekei.

Tokoh Pemuda Kampung Wotai ini menegaskan solar tersebut merupakan milik masyarakat adat Wumuka dan Wotai.

“Kami minta dengan tegas, solar yang ditangkap itu jangan ditahan lama-lama. Itu milik masyarakat adat, jadi harus segera diantar sampai tujuan,” kata Yosep.

Menurutnya, jika distribusi solar terhambat, aktivitas masyarakat akan terganggu, terutama transportasi laut dan kegiatan sehari-hari yang bergantung pada BBM. (*/)