DIBERANGKATKAN – Jenasah Pilot Glen Malcolm Conning asal Selandia Baru diberangkatkan dari Bandar Udara Moses Kilangin Timika menuju Bandar Udara Sentani Jayapura dan selanjutnya menuju Jakarta. (FOTO: HO-Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2024)

TIMIKAEXPRESS.id – Panglima Komando Operasi Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Richard T.H Tampubolon di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengatakan, berdasarkan data intelijen dan analisa awal diketahui bahwa, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang membunuh pilot Glen Malcolm Conning melarikan diri alias kabur ke Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard T.H Tampubolon di Timika, Rabu, mengatakan, setelah mengintimidasi dan membunuh pilot Helikopter Jenis PK IWN milik PT Intan Angkasa Air Service yang diawaki Glen Malcolm, kelompok OPM melarikan diri ke arah Timur Distrik Alama, yaitu mengarah ke Nduga.

“Mereka (OPM) melarikan diri ke arah Timur, kalau kita lihat dari peta dan studi kasus, kemungkinan ini kelompok OPM dari Nduga,” katanya.

Menurut Richard, sebagai langkah tindak lanjut atas kasus tersebut maka Satuan tugas (Satgas) dari TNI dan Polri akan ke Distrik Alama untuk melakukan olah tempat kejadian Perkara (TKP).

“Selama ini OPM berupaya memprovokasi dan mengintimidasi masyarakat serta menyuruh untuk mengungsi karena ada operasi militer, itu tidak benar, tidak ada operasi militer,” ujarnya.

Dia menjelaskan TNI dan Polri hadir untuk mendukung dan menjaga masyarakat agar proses percepatan pembangunan di Tanah Papua dapat berjalan aman dan lancar untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“Tidak ada operasi militer dan ini propaganda OPM, kita mengutuk dan menyesalkan tindakan brutal OPM, seluruh aparat keamanan baik TNI dan Polri secara terkoordinasi, terukur dan tegas terhadap OPM,” katanya lagi.

Dia menambahkan tenaga guru dan kesehatan yang bertugas di Distrik Alama, Kabupaten Mimika merasa trauma dengan kejadian yang dialami almarhum pilot Glen Malcolm Conning dan para penumpang.

“Guru dan tenaga kesehatan di Distrik Alama menjalankan program nasional pada bidang pendidikan dan kesehatan (stunting) karena trauma maka mereka meninggalkan Alama,” ujarnya lagi.

Jenazah Pilot Glen Diberangkatkan ke Jakarta

Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Faizal Ramdhani mengatakan jenazah pilot Glen Malcolm korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diberangkatkan ke Jakarta dan selanjutnya ke negara asalnya Selandia Baru.

 “Proses pemulangan jenazah  menjadi prioritas, untuk memberikan penghormatan terakhir yang layak,” katanya.

Menurut Faizal, insiden penembakan yang menewaskan Pilot Glen Malcolm oleh KKB sangat menggemparkan dan jenazah telah divisum di RSUD Mimika, setelah dievakuasi pada Selasa 6 Agustus 202 oleh Tim Satgas Gabungan TNI-Polri dari lokasi kejadian di Distrik Alama Kabupaten Mimika ke Kota Timika.

“Kami dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 siap mendukung proses pemulangan jenazah Pilot Glen Malcolm Conning ke Jakarta dan selanjutnya ke Selandia Baru,” ujarnya.

Pihaknya berharap proses pemulangan jenazah Pilot Glen Malcolm Conning ini dapat berjalan lancar dan memberikan penghormatan yang layak.

“Semoga proses ini berjalan lancar dan memberikan penghormatan yang layak bagi beliau dan keluarganya,” katanya lagi.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2024 Kombes Pol Bayu Suseno menambahkan, keberangkatan jenazah korban penembakan KKB didampingi pihak perusahaan PT Intan Angkasa dari Bandara Udara Moses Kilangin Timika, menuju Bandara Udara Sentani Jayapura, selanjutnya jenazah diberangkatkan ke Jakarta.

“Pukul 11.10 WIT jenazah Pilot gelen Malcolm Conning telah diberangkatkan dari Bandara Udara Moses Kilangin Timika ke Bandara Udara Sentani Jayapura, selanjutnya ke Jakarta,” katanya. (ant)