AKBP I Komang Budiartha (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pasca insiden pembunuhan pilot helikopter Glen Malcolm Conning, sebanyak empat pasukan gabungan TNI dan Polri diterjunkan ke Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah, guna melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap  Kelompok Kriminal Berenjata (KKB).

“Pasukan gabungan sedang mengejar KKB yang telah membunuh pilot Glen Malcolm, dimana operasi akan digelar selama dua minggu,” ungkap Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno kepada awak media di RSUD Mimika, Selasa kemarin.

Disamping itu, pihaknya pun tengah melakukan koordinasi dengan tim Habema dan Kogabwilhan serta Lanud Yohanis Kapiyau untuk melakukan pergeseran pasukan ke lokasi kejadian agar terlibat dalam operasi selama dua pekan ke depan.

Lebih jauh, Kombes Bayu belum bisa memastikan KKB yang melakukan penyendaraan dan membunuh pilot Glen Malcolm, karena lokasi kejadian berada di perbatasan Kabupaten Nduga, Timika dan Kabupaten Puncak.

“Dugaan kami pelakunya KKB dari Nduga atau Puncak, yaitu KKB pimpinan Eginus Kogoya atau KKB dari Puncak, ini yang masih kami lakukan pendalaman,” tegasnya.

Ia pun menegaskan bahwa pilot yang dibunuh bukan mata-mata atau agen intelijen dari TNI/Polri.

“TNI dan Polri tidak memiliki intelijen warga negara asing. Jadi, pernyataan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), adalah tidak benar,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP I Komang Budiartha mengatakan situasi di Distrik Alama, Kabupaten Mimika-Papua Tengah kini dalam kendali pihak keamanan dan kondisinya normal seperti biasanya.

“Kondisi disana saat ini sudah normal dan kondusif, bahkan aman terkendali. Aparat gabungan TNI/Polri saat ini masih stand by di Distrik Alama,” demikian AKBP I Komang.  (glt)