FOTO BERSAMA – Pdt Jake Meril Ibo, Direktur PBM GKI didampingi Dolfin Beanal saat foto bersama usai jumpa pers di Jalan Pattimura pada Jumat (20/7). (FOTO: ELISA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pusat Bantuan Mediasi (PBM) GKI mengklarifikasi video pencemaran nama baik Dolfin Beanal.

Dimana sebelumnya pada Rabu (17/7) PBM GKI menggelar acara launching talk show yang membahas tentang persepsi bersama demi membangun Papua. Dan Timika menjadi salah satu topik menarik untuk dibahas.

Sayangnya, beredar video editan di media sosial yang telah menjatuhkan Dolfin Beanal. Dimana dalam video tersebut Dolfin Beanal seolah-olah anggota DPRD yang tidak bermartabat dan tidak beretika.

Tidak terima akan video editan tersebut, Dolfin bersama anggota HAPAK langsung mendatangi kantor PBM GKI yang berlokasi di Jalan Pattimura.

Pdt Jake Meril Ibilo, Direktur PBM GKI saat ditemui Timika eXpress, Jumat (19/7) mengatakan, beberapa penggalan video yang diedit oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tentunya sangat merugikan beliau.

Video tersebut sangat menyudutkan Dolfin Beanal. Ini betul-betul sesuatu yang tidak terhormat dan tidak bertanggung jawab. Karena, pelaksanaan talk show dan launching yang dilakukan sesungguhnya sebuah bentuk komunitas yang dibangun untuk diskusi yang ada di Papua.

“Kami sebagai penyelenggara sangat menyesali atas kejadian ini. Bahkan menyeret nama Dolfin Beanal dan disebut sebagai anggota DPRD terpilih. Ini salah. Sebab kami mengundang beliau bukan sebagai anggota DPRD terpilih tapi mengundangnya sebagai anggota HAPAK,” jelasnya.

Dikatakan, Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) sendiri merupakan pengusaha anak asli, yang berpotensi dan hebat. Diharapkan bisa membangun Papua kedepannya lebih baik.

“Kami merasa bahwa ini perbuatan yang betul-betul tidak terpuji, bagi pihak-pihak yang menggunakan video dan bahkan menyebarluaskannya diharapkan bisa menghapus karena itu bukan bagian dari kegiatan kami,” tambahnya.

Pdt Jake mengharapkan, siapa pun yang diundang dalam sebuah forum itu tujuannya baik.

Tapi nyatanya di sini, masyarakat dihadapkan dengan satu video yang tidak sesuai dengan fakta dan dalam pernyataan dalam video tersebut telah dilakukan klarifikasi.

“Saat ini kami meminta kepada publik, untuk berhati-hati, karena kegiatan yang baik dapat dimanfaatkan oleh pihak -pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Diharapkan, publik lebih berhati-hati menerima informasi.

“Sebagai pusat mediasi, saya meminta maaf kepada Dolfin Beanal dan berharap agar kebersamaan ini tetap terjaga. Karena kami sebagai pihak penyelenggara memahami apa yang disampaikan dan mudah-mudahan publik dapat menerima klarifikasi ini,” pungkasnya. (kay)