BAKAR – Anggota KKB saat membakar SD di Kampung Borban, Distrik Okbap, Kabupaten Pegunungan Bintang. (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS,id – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar gedung Sekolah Dasar (SD) dan Kantor SD di Kampung Borban, Distrik Okbap, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan pada Jumat (12/7).

Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi menyayangkan kejadian tersebut.

“KKB membakar fasilitas pendidikan yang menjadi tempat masyarakat menimba ilmu. Tindakan ini tidak hanya merugikan anak-anak dan para guru, tetapi juga merusak masa depan generasi muda kita,” jelasnya.

Faizal menambahkan, tindakan pembakaran sekolah ini mencerminkan kejahatan luar biasa yang harus ditindak tegas.

Sehingga aparat keamanan akan terus melakukan upaya maksimal untuk menangkap dan menghukum para pelaku kejahatan ini.

“Kami tidak akan tinggal diam. Penegakan hukum secara tegas akan terus dilakukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., juga mengecam keras tindakan KKB tersebut.

“Tindakan pembakaran sekolah oleh KKB adalah aksi yang sangat tidak berperikemanusiaan dan tidak dapat ditoleransi. Aparat gabungan TNI-Polri dan Ops Damai Cartenz akan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku kejahatan ini,” tegasnya.

Bayu juga menambahkan, peristiwa ini tidak hanya merugikan sektor pendidikan, tetapi juga mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat setempat.

“Sekolah adalah tempat di mana anak-anak seharusnya merasa aman dan nyaman untuk belajar. Tindakan ini sangat merugikan masyarakat, terutama anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, Kombes Pol. Bayu juga mengatakan, pihaknya akan meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah rawan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Kami akan memperketat pengamanan di wilayah-wilayah yang rawan konflik dan berusaha memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami tidak akan membiarkan tindakan keji seperti ini menghancurkan semangat belajar anak-anak Papua,” tuturnya.

Sementara itu, aksi pembakaran sekolah oleh KKB ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh KKB.

Gangguan tersebut tentunya meresahkan masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

Pemerintah dan aparat keamanan terus berupaya untuk mengatasi gangguan keamanan ini dan memulihkan kondisi di wilayah yang terdampak agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib,” pungkasnya. (glt)