TERBAKAR – Tampak empat petak milik Bude Ursek dilalap si jado merah di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Karang Senang SP3, Kamis (11/7). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pertengkaran antara dua sejoli, Ipai dan Cika berujung empat rumah petak milik Bude Ursek yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Karang Senang SP3, Distrik Kuala Kencana, lides terbakar.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/7) sekitar pukul 16.00 WIT.
Kebakaran terjadi setelah Cika yang tersulut emosi lantas menyirami Ipai yang sedang merokok dengan sebotol BBM jenis pertalite di dalam kamar dari petakan yang mereka tempati itu.
Kejadian ini sontak mengejutkan warga sekitar, sebab Ipai dan Cika merupakan
pasangan suami istri tanpa ikatan karena belum menikah.
Untungnya, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang datang dengan dua unit mobil Damkar dan dibantu warga sekitar, akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.45 WIT, dan tidak merambat ke rumah warga sekitar.
Namun, warga yang mendiami rumah kontrakan (petak) tersebut, ada yang tidak berhasil menyelamatkan barang-barang mereka.
Atas kejadian ini, Ipai dan Cika terpaksa diamankan di Posek Kuala Kencana untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Stefanus Yimsi kepada Timika eXpress via ponselnya, Kamis tadi malam, membenarkan kalau Ipai dan Cika kini diamankan di Polsek Kuala Kencana.
“Mereka sudah kita amankan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya.
Selain itu, Dewi, yang adalah temannya Cika, kepada Timika eXpress di lokasi kejadian mengatakan, Ipai dan Cika sudah sebulan numpang tinggal bersamanya (Dewi-Red) di petakan 1 (satu).
“Mereka dua (Ipai dan Cika) sudah tinggal bersama-sama layaknya suami istri, tapi belum menikah sah,” ungkap Dewi.
Dewi membeberkan, saat Cika menyiram Ipai dengan Pertalie itu, ia lagi di kamar. “Saya pikir mereka bertengkar biasa saja, karena mereka masih pacaran dan baru rencana mau nikah, jadi saya tidak mau ikut campur,” jelasnya.
Ia pun mengaku sempat melihat celana Ipai terbakar setelah Ipai lari ke arah dapur.
“Waktu saya keluar dari kamar, ternyata kobaran api sudah mulai membesar. Saya juga panik dan langsung gendong dua anak saya keluar dari petakan itu,”ujarnya.
Sementara, Rinto, penghuni petakan nomor 2 mengatakan, dari musibah ini, semua barang miliknya lides terbakar.
“Semua barang saya habis terbakar, memang sempat kita berusaha untuk selamatkan, tapi api menjalar cepat, sehingga semua barang ludes,” ujarnya lirih.
Adapun, Bude Ursek selaku pemilik petakan, mengatakan, sebelum kejadian, ia sempat melihat Cika membeli Pertalite dalam kemasan satu botol aqua besar dari luar dan dibawahnya masuk ke petakan nomor 1 yang mereka tempati.
“Waktu itu, katanya Ipai sedang tidur di kasur sambil merokok, dan tiba-tiba Cika siram Ipai dengan Pertalite, sehingga langsung terjadi kebakaran dan kobaran api merambat dengan cepat ketiga petakan lain,” jelasnya.
Bude Ursek menyebut empat petakan miliknya itu semuanya habis terbakar.
“Saya sangat rugi sekali, karena petakan ini saya bangun parmanen sejak 2006 lalu, dan ini satu-satunya yang menghidupi saya dan keluarga. Saya bingung harus bagaimana karena kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” pungkasnya. (glt)














Tinggalkan Balasan