OLAH TKP – Polisi saat melakukan olah TKP kematian Rudi Hartono di kamar kosnya. (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kepolisian Resor Mimika melalui Satreskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara terkait penemuan mayat Rudi Hartono di depan SD Negeri Poumako, Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika-Papua Tengah pada Senin (1/7).

AKP Fajar Zadiq, Kasat Reskrim Polres Mimika kepada Timika eXpress di ruang kerjanya pada Selasa (2/7) mengatakan, dari hasil olah TKP tersebut, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Memang saat ditemukan, ada semacam bekas luka tapi itu bukan karena kekerasan tetapi diduga karena sakit dan digigit tikus. Kami masih menunggu hasil visum dari RSUD Mimika,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mimika Timur, Ipda Mikson J. Kafiar menambahkan, korban memiliki semacam penyakit bawaan.

“Berdasarkan keterangan sementara dokter korban memiliki penyakit bawaan, dan kami masih menunggu hasil visum,” jelasnya.

Dalam berita sebelumnya, pada Senin (1/7) sekitar pukul 07.10 WIT, warga Poumako digegerkan dengan penemuan mayat pria paruh baya bernama Rudi Hartono (44) di kamar kosnya yang terletak di samping Kios Anjani, tepatnya di depan SD Negeri Poumako, Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika-Papua Tengah.

Menurut, Kapolsek Mimika Timur, AKP Matheus Tanggu Ate pihaknya menerima laporan dari Hastuti (32) telah ditemukan seorang laki-laki yang meninggal dunia dalam posisi terlentang di dalam kamar kosnya.

Saksi Kobro menjelaskan, pada pukul 06.46 WIT, saksi membangunkan teman-temannya untuk pergi ke kamar kos korban untuk mengetuk pintu dan membangun korban.

Namun, korban tidak bersuara, kemudian salah satu temannya saksi mencoba membuka pintu kos dan melihat korban terlentang dan sudah meninggal dunia di dalam kamar.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, kata Kapolsek, kemarin sekitar pukul 15.00 WIT korban sempat memperbaiki perahunya yang berada di belakang rumah.

“Kemarin sore itu, Hastuti masih sempat bertemu dengan korban yang saat itu sedang menggergaji papan untuk mengalas perahunya. Hastuti pun sempat bertanya kepada korban “Mas Rudi lagi apa”? Korban pun menjawab lagi beresin perahu untuk mencari ikan lema,” jelasnya.

Matheus pun menambahkan, kondisi korban saat ditemukan memang telinga sebelah kiri korban hilang, jari tangan kiri dan kanan alami luka, bahkan wajah korban alami luka gigitan hewan (tikus).

“Dari malam hingga pagi, korban tidak keluar kamar. Kami pun masih melakukan penyelidikan.  Jenazah korban sudah dievakuasi ke RSUD Mimika pukul 10.40 WIT guna dilakukan tindakan medis,” pungkasnya. (glt)