Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur dan Wakil Gubernur dan Bupati dan Wakil Bupati periode 2024-2029 pada November mendatang, ada 3 provinsi yang menjadi prioritas perhatian Polda Papua.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri kepada awak media usai mengikuti KKR Pilkada Damai di GOR Futsal SP 5 pada Minggu (9/6) mengatakan, tiga provinsi yang menjadi perhatian khusus Polda Papua yaitu Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Induk yaitu Jayapura.

Dikatakannya, personel Polda Papua akan melakukan penjagaan ketat di Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah, karena sering terjadi gangguan keamanan.

“Kami tetap menjaga, karena masih ada saudara-saudara kita yang tentunya melakukan gangguan-gangguan kekerasan menggunakan senjata yang mengganggu Kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua. Sedangkan di Polda Papua induk sendiri, biasanya terjadi unjuk rasa, hal ini menjadi atensi,” jelasnya.

Selain itu, Kapolda Papua berharap Provinsi Papua Selatan agar selalu aman dan kondusif.

“Walaupun Boven Digoel yang menjadi atensi, tetapi saya berharap tidak menjadi kendala yang berarti,” harapannya.

Disamping itu, ada sumbangsih dari beberapa kabupaten. Untuk Provinsi Papua Tengah sendiri, Mimika menjadi catatan Polda Papua.

“Mimika ini sering terjadi aksi protes-protes. Karena sudah cukup lama, kami melihat sering terjadi benturan dan perang suku, makanya sering orang bilang Mimika itu, tiap malam Minggu kacau. Tetapi Puji Tuhan, hal itu sudah hilang, namun menjadi catatan bahwa pasca pemilihan tahun 2019 dan 2024, DPR berlarut-larut tidak dilantik, hal ini menjadi catatan dan kami berharap dengan putusan yang sudah final dari MK, tidak mempengaruhi konsulasi pada Pemilukada mendatang,” jelasnya.

Selain itu, Kapolda Papua pun berharap dengan kedamaian dan ketentraman di Mimika saat ini dapat berjalan dengan baik.

“Kami aparat keamanan TNI-Polri selalu mengantisipasi agar pelaksanaan Pemilukada dapat berjalan dengan baik dan lancar,” jelasnya.

Kapolda Papua pun menambahkan, para pemimpin yang sudah didoakan oleh hamba-hamba Tuhan tidak mengajak saudara-saudaranya dibentur-benturkan seperti di Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai.

“Kita boleh berbeda pendapat dan berbeda pilihan, itu bukan menjadi sesuatu persoalan di kampung dan kabupaten kita masing-masing. Biarkan masyarakat memilih pemimpin yang amanah, pemimpin yang hidup di kabupaten dan kampungnya supaya bisa memperhatikan pembangunan di daerahnya,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, masyarakat jangan memilih pemimpin yang tidak korupsi agar dapat membangun daerahnya dengan baik.

“Pilih pemimpin yang tidak korupsi, supaya hal-hal yang dikasih Tuhan melalui Pemerintah Pusat itu bisa terbangun dengan baik. Pililah pemimpin yang tidak menggunakan cara-cara kekerasan yang membenturkan saudara-saudaranya untuk saling membunuh dan saling melukai. Setelah jadi pemimpin, jangan pakai uang negara untuk membayar darah dan kepala. Hal ini harus kita hentikan semua di tanah Papua,” tegasnya.

Selain itu, ada beberapa titik di Papua Pegunungan yang akan menjadi persoalan baik seperti Nduga, Puncak Jaya, Yahukimo, Tolikara dan Wamena.

“Saya berharap agar tidak terjadi persoalan, makanya melakukan KKR Pilkada Damai melalui bantuan tokoh-tokoh agama di wilayah hukum Polda Papua untuk mengingatkan semua anak-anaknya untuk memimpin daerahnya dengan baik yaitu anak-anak yang takut akan Tuhan,” tutupnya. (glt)