PALANG KANTOR– Plt PKM Limau Asri, Marine Elastotagam melakukan pemalangan Puskesmas Limau Asri, Senin 27/5). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Layanan Masyarakat Limas Asri yang terletak di Limau Asri, SP 5, Distrik Iwaka-Mimika, Papua Tengah lumpuh total pada Senin (27/5) sejak pukul 08.30 WIT hingga sore hari.
Puskesmas Limau Asri lumpuh setelah pintu masuk utama dipalang menggunakan meja dan tong sampah oleh PLT Kepala Puskesmas (Kapus), Marince Elastotagam.
Plt PKM Limau Asri Marince Elastatogam mengaatakan, pemalangan pintu tersebut dilakukan karena merasa tidak dihargai.
“Saya menjabat sebagai Pt Puskesmas Limau Asri sejak 7 Februari 2024, tiba-tiba diganti oleh pejabat lain, tanpa adanya pemberitahuan ataupun surat pemberhentian, saya diganti sebagai Plt,” jelasnya.
Mariance menambahkan, pada prinsipnya perihal penggantian dirinya tidak menjadi masalah. Namun dirinya merasa tidak dihargai, lantaran tidak ada pemberitahuan.
“Tidak apa-apa ada pejabat lain yang gantikan saya, namun seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu. Apa salahnya diberitahu, bahwa saya diganti oleh pejabat lain, biar saya juga pamit baik-baik dan kembali jalani jabatan saya sebagai KTU di Puskesmas Timika Jaya, SP2,” jelasnya.
Anak Asli Papua (OAP) pun mengaku, jadi Plt Puskesmas Limau Asri berdasarkan Nota Tugas dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Rizal Ubra, sehingga jabatan itupun berakhir berdasarkan surat pemberitahuan pemberhentian tugas tersebut.
Karena dirinya menjabat sebagai KTU di PKM Timika Jaya SP2, kemudian dari Dinkes ditunjuk untuk menjabat sebagai Plt sementara menggantikan Kapus defenitif,” jelasnya.
Mariance pun mempertanyakan, kenapa tiba-tiba datang Plt lain tanpa adanya komunikasi dengan dirinya.
“Memang bisa ada dua Plt Kapus?” katanya
Selain itu, dirinya pun mengaku bahwa, sebagai PNS siap ditempatkan dimana saja, asalkan sesuai aturan dan memiliki SK. Sehingga pergantian antara Plt juga mestinya melalui prosedur berupa surat pengangkatan dan surat pemberhentian.
“Kenapa kemarin tiba-tiba muncul Plt baru lagi, sedangkan saya belum terima surat pemberitahuan bahwa saya diberhentikan. Sama sekali tidak diberitahu secara lisan maupun tulisan. Itu berarti mereka tidak menghargai saya sama sekali,” jelasnya.
Dirinya pun berkomitmen untuk tidak membuka palang pada pintu Puskesmas Limau Asri hingga adanya penyelesaian dari Dinkes Mimika.
“Sebagai pesan saya, bahwa anak OAP harus dihargai. Dan bertanggungjawab menjalankan tugas. Ingat Otsus masih ada di tanah Papua,” tegasnya.
Sementara itu, Mariance mengaku bahwa sebelum melakukan aksi pemalangan, dirinya telah memberitahukan kepada Kepala Distrik dan Kepala Kampung di Limau Asri.
“Saya mohon maaf, untuk sementara masyarakat yang sakit diantar ke Puskesmas atau ke SP 2,” jelasnya.
Akibat pemalangan tersebut, aktivitas pelayanan kesehatan lumpuh total. ( glt)















Tinggalkan Balasan