Berita Timika

Yulian: Pemda Harus Ciptakan Tenaga Kerja Unggul

Yulian Salossa (FOTO :Indri/TIMEX)

TIMIKA,TimeX

Yulian Salossa, Anggota DPRD Mimika menyerukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) harus terus berupaya menciptakan tenaga kerja unggul (kompeten).

Terciptanya tenaga kerja unggul merupakan salah satu upaya meningkatkan perekonomian serta kualitas sumber daya dari masyarakat.

“Sangat perlu kegiatan pelatihan berbasis kompetensi sehingga melahirkan pencari kerja (Pencaker) yang berkualitas dan siap pakai dengan bekal ilmu yang dimiliki, khususnya angkatan kerja yang baru saja lulus SMK atau sederajat lainnya”.

Demikian diungkapan Yulian Salossa, politisi PDIP kepada Timika eXpress via ponselya, Jumat (19/5).

“Selama ini pemerintah selalu dengungkan akan dirikan Balai Latihan Kerja (BLK), tetapi hinggga kini belum ada realiasi, padahal keberadaan BLK sangat perlu dan dibutuhkan, terutama bagi angkatan kerja, sebab untuk bisa bekerja di perusahaan, dubuthkan tenaga siap pakai dengan kualifikasi keahlian khusus yang dimiliki dan dibutuhkan perusahaan,”ujarnya.

MENJAHIT – Kaum perempuan yang dilatih menjahit dan menyulam di BLK Somatua Training Center (STC)

Mengacu angka Pencaker di Mimika yang setiap tahun terus bertambah, Yulian pun meminta pihak Disnakertras Mimika segera mendata, sehingga program pemberdayaan menciptakan tenaga kerja unggul siap pakai bisa terealisasi dan tepat sasaran.

“Makanya kita dorong melalui Perda inisiatif DPRD Mimika terkait pelindungan tenaga kerja, ini supaya perusahaan swasta yang beroperasi di Timika tidak sewenang-wenang merekrut tenaga kerja dari luar Timika, Papua Tengah. Ii juga untuk meminimalisir menngkatkanya angka pengangguran di Mimika,” tegasnya.

Ia menambahkan, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah membuka BLK supaya melatih para Pencaker, khususnya putra-putri asli Papua sebelum mereka terjun ke dunia kerja.

“Dengan megikuti pelatihan dan mengantongi sertifikat keahlian khusus, menjadi pertimbangan bagi pihak perusahaan memperkerjakan mereka,” serunya.

Ia berharap dengan ditetapkannya nanti Perda perlindungan tenaga kerja, ada skala prioritas atau mengutamakan anak-anak asli Timika.

Mereka harus diberikan kesempatan bila ada perusahaan membutuhkan, dinas terkait bisa langsung mengusulkan,”pungkasnya. (ela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button